Populer Regional: Agus Buntung Minta Damai - Sriyanto Kades Kepergok Bersama Janda Terancam Dipecat
Berita populer regional dimulai Agus Buntung minta damai hingga nasib kades kepergok berduaan dengan janda di Boyolali, Jawa Tengah.
TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari update kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Agus Buntung di Mataram, NTB.
Kini, Agus Buntung berharap bisa damai dengan 15 korbannya.
Ia tak ingin kasusnya berlarut-larut sampai naik ke meja persidangan.
Kemudian, ada nasib kades yang kepergok bersama janda di Boyolali, Jawa Tengah.
Pria bernama Sriyanto itu terancam dipecat karena akan dilaporkan ke Bupati Boyolali.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam di Tribunnews.com:
1. Takut Dipenjara, Agus Buntung Kini Minta Damai meski Sudah Lecehkan 15 Wanita di Mataram
I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung meminta kasus pelecehan seksual diselesaikan secara baik-baik.
Adapun, Agus Buntung merupakan tersangka kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kini, Agus Buntung diketahui menjadi tahanan rumah atas kasus pelecehan seksual di Mataram.
Khawatir akan dipenjara karena ulahnya tersebut, Agus Buntung meminta damai, meski sudah melecehkan 15 wanita di Mataram.
"Iya saya hadapi (persidangan). Tapi mudah-mudahan kalau bisa jangan sampai, biar kita selesaikan secara baik-baik, iya (damai)," kata Agus Buntung, dikutip dari TribunnewsBogor.com pada Rabu (11/12/2024).
Padahal, awalnya, Agus berkoar-koar akan melaporkan pihak tertentu atas tuduhan pencemaran nama baik kini mendadak menciut.
"Saya juga gak perpanjang kasus pencemaran nama baik, mereka mau ngomong apa semua orang berhak mau ngomong apa, hanya Tuhan yang tahu," kata Agus Buntung.
Agus pun berharap, dia bisa tetap menghirup udara bebas meski telah melecehkan 15 wanita.
"Saya gak nuntut, yang penting saya bisa kerja, jalan-jalan, terpenting bisa kuliah," kata Agus Buntung.
2. Tampang Pelaku Pembunuhan Sadis 3 Anak di Deli Serdang, Ternyata Korban Sempat Minta Ampun
Kejadian tragis menimpa tiga anak di bawah umur di Gang Dahlia, Jalan Masjid, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (9/12/2024) silam.
Mereka menjadi korban penikaman oleh tetangga mereka, Rudi Sihaloho (41 tahun).
Dalam insiden ini, dua dari tiga anak tersebut tewas, sementara yang ketiga mengalami luka serius.
Korban tewas adalah Daren Simarmata (2 ) dan Owen Simarmata (4), sedang dan Natan Simarmata (7) luka serius.
Fakta baru diungkap ayah korban, Rinaldi Simarmata (29) berdasarkan keterangan yang ia peroleh Natan yang saat ini masih dirawat intensif.
Rinaldi mengatakan, sebelum ditusuk, Natan sempat memelas dan memohon ampun kepada Rudi, namun usahanya sia-sia.
"Natan sempat memelas dan memohon ampun supaya Rudi tidak menusuknya, bahkan sudah mengatupkan tangan," kata Rinaldi.
Namun, tindakan tersebut tidak dihiraukan oleh Rudi, yang dengan dingin tetap melakukan penikaman.
3. Kasus Penculikan Ibu Santi di Bandung: Motif dan Identitas Pelaku Terungkap
Seorang perempuan bernama Santi (43) menjadi korban penculikan oleh dua pria tak dikenal di depan rumahnya di Jalan Sukanagara Asri, Antapani, Kota Bandung, pada Minggu, 8 Desember 2024.
Kasus ini terungkap setelah Polrestabes Bandung melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Santi berhasil pulang dengan selamat, diantar oleh tukang ojek dari Pasar Impun, Kota Bandung.
Dua hari setelah penculikan, Polrestabes Bandung berhasil mengamankan empat pelaku yang terlibat.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono menyebutkan bahwa pelaku terdiri dari AS, TA, AT, dan D.
"Masing-masing pelaku mempunyai peran, dan otak pelaku adalah DA yang mengajak tiga orang tersangka lainnya," ungkapnya pada Selasa, 10 Desember 2024.
4. Pelaku Aniaya Bocah 12 Tahun di Boyolali Hingga Cabut Kuku Pakai Tang 15 Orang, Termasuk Ketua RT
Pelaku penganiayaan terhadap KM, bocah 12 tahun di Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diduga berjumlah 15 orang.
Dari 15 orang itu termasuk di dalamnya Ketua RT dan istrinya.
KM sebelumnya menjadi korban penganiayaan brutal lantaran dituduh mencuri celana dalam warga.
Kemarin didampingi 6 pengacara, KM bersama orang tua sudah diperiksa di Mapolres Boyolali sekira pukul 09.30 WIB.
Bersama tim hukum, korban kemudian membuat laporan polisi di SPKT.
Setelah itu KM dan Mulyadi, ayahnya, menuju gedung Satreskrim untuk dimintai keterangan oleh penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
"Kami harap semoga segera ditetapkan tersangka," kata pengacara korban, Tania Rahma.
Tania menyebut, pemeriksaan terhadap KM berlangsung selama kurang lebih 1 jam.
Ada beberapa hal yang ditanyakan oleh penyidik.
5. Kasus Kades Kepergok Berduaan di Rumah Janda Cantik Dilaporkan ke Bupati, Sriyanto Terancam Dipecat
Kepergok sedang berada di rumah seorang janda cantik, seorang Kepala Desa(Kades) di Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah digerebek warga pada Jumat(6/12/2024) malam. Kades dan janda cantik itu pun kemudian dinikahkan di hadapan warga.
Buntut dari kejadian tersebut, ratusan warga Desa Watugede, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa. Aksi demonstrasi itu dilakukan di depan kantor desa Watugede.
Dalam aksinya itu, warga menuntut agar seorang kepala desa (Kades), segera mundur dari jabatannya.
Warga menilai, apa yang dilakukan Kades tersebut mencoreng nama baik warga. Karena, memang tak sesuai dengan norma dan adat masyarakat yang dianut warga masyarakat.
Pantauan Tribun sekitar pukul 08.00 WIB, warga mulai mendatangi kantor desa setempat.
Seperangkat sound system yang diangkut mobil pikap juga didatangkan.
Warga juga membawa spanduk tulisan-tulisan. Ratusan warga meminta Sriyanto untuk mundur dari jabatannya sebagai kades Watugede.
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Populer-Regional-Agus-Buntung-Minta-Damai-Sriyanto-Kades-Kepergok-Bersama-Janda-Terancam-Dipecat.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.