Minggu, 10 Mei 2026

Kronologi Nelayan Tewas Usai Perahunya Diterjang Ombak Pantai Samas Bantul

Stasiun Meteorologi DIY telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan setinggi 4 meter

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews
ILUSTRASI MAYAT - Seorang nelayan asal Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, meninggal dunia setelah perahunya terbalik akibat diterjang ombak besar di Pantai Samas, Minggu (13/7/2025). Padahal, BMKG Yogyakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Yogyakarta 

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Seorang nelayan asal Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, meninggal dunia setelah perahunya terbalik akibat diterjang ombak besar di Pantai Samas, Minggu (13/7/2025).

Padahal, BMKG Yogyakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Yogyakarta.

Korban bernama PA (48), warga Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, berstatus sebagai anak buah kapal (ABK) di perahu jungkung Tirta Bahari yang dinakhodai oleh T (46).

Keduanya berangkat melaut sekitar pukul 05.45 WIB namun belum lama berada di tengah laut, perahu mereka dihantam ombak besar hingga mengalami mati mesin dan akhirnya terbalik.

Baca juga: Cerita Nelayan Bali Temukan Jenazah Korban Tenggelam KMP Tunu di Laut: Dikerumuni Burung

“Kedua awak kapal sempat berenang ke tepi. Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi Satlinmas dan tim evakuasi,” ungkap Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana.

Setelah selamat dan sempat memperbaiki perahu, PA pulang ke rumah dan tidur. Sekitar pukul 07.30 WIB, ia mengeluh sesak napas dan dilarikan ke RS Saras Adiyatama.

Sayangnya, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal pukul 08.05 WIB.

BMKG Sudah Peringatkan Gelombang 4 Meter

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY.

Gelombang laut diperkirakan berada dalam kategori tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

“Waspada gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta. Nelayan diimbau tidak melaut sementara waktu,” tegas Bhakti Wira, prakirawan BMKG Yogyakarta.

Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa peringatan cuaca ekstrem dari BMKG harus benar-benar dipatuhi.

Meskipun kebutuhan ekonomi mendesak, keselamatan tetap harus menjadi prioritas.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan pun mengimbau nelayan untuk terus memantau kondisi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat keselamatan, seperti pelampung dan komunikasi darurat.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved