Selasa, 5 Mei 2026

Gempa di Papua

Gempa Bumi Magnitudo 6,4 Guncang Papua, Dipicu Aktivitas Sesar Mamberamo

Lokasi gempa berada di 27 kilometer tenggara Sarmi, Papua dengan kedalaman gempabumi 13 kilometer bawah permukaan laut. Goyangan gempa bumi cukup kuat

Tayang: | Diperbarui:
Editor: willy Widianto
BNPB
GEMPA BUMI DI PAPUA - Ilustrasi seismograf pencatat gempa bumi. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Papua. Gempa bumi tersebut terjadi Selasa(12/8/2025) sekitar pukul 15.24 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Papua. Gempa bumi tersebut terjadi pada Selasa(12/8/2025) sekitar pukul 15.24 WIB.

Baca juga: Mengenal Gempa Bumi Megathrust yang Mengguncang Kamchatka Rusia, Seberapa Besar Dampaknya?

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan lokasi gempa berada di 27 kilometer tenggara Sarmi, Papua dengan kedalaman gempa bumi 13 kilometer bawah permukaan laut.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Wamena.

Baca juga: Penyebab dan Jenis Gempa Bumi yang Guncang Kamchatka Rusia Menurut BMKG

Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih lanjut mengenai kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat gempa bumi tersebut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Jalur Anjak Mamberamo ( Mamberamo Thrust Belt ) . Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Daryono.

Jalur Anjak Mamberamo, atau dikenal juga sebagai Sesar Mamberamo, adalah sebuah zona sesar aktif yang terletak di wilayah Papua, Indonesia. Jalur ini merupakan salah satu zona sesar yang paling aktif di Papua dan menjadi sumber dari beberapa gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut. Zona ini juga dikenal dengan nama lain seperti Mamberamo Thrust atau Mamberamo Deformation Zone (DFZ). 

Secara lebih detail, jalur anjak ini membentang di wilayah Mamberamo, Sarmi, hingga Jayapura. Selain jalur Anjak Mamberamo, di Papua juga terdapat beberapa jalur sesar aktif lainnya seperti Sesar Sorong, Sesar Ransiki, Sesar Yapen, Lengguru Thrust, Sesar Tarera-Aiduna, dan jalur Anjak Pegunungan Tengah (Jayawijaya).

Kepada masyarakat lanjut Daryono diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono.

 

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved