Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu
Sosok Euis, Menantu Sahroni yang Ditemukan Tewas, Pernah Unggah Postingan Risiko Ganggu Istri Orang
Euis Juwita Sari menantu Sahroni pernah menulis status membahas soal resiko mengganggu istri orang. Kini ia ditemukan tewas.
- Euis adalah salah satu korban dalam kasus tragis kematian satu keluarga di Indramayu, Jawa Barat.
- Ia pernah menulis status membahas soal resiko mengganggu istri orang.
- suaminya, Budi Awaludin (45) disebut-sebut juga dibunuh dengan cara sadis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berikut sosok Euis Juwita Sari, menantu dari Haji Sahroni, salah satu korban dalam kasus tragis kematian satu keluarga di Indramayu, Jawa Barat.
Perempuan berusia 37 tahun tersetbu merupakan istri dari Budi Awalludin, anak Haji Sahroni.
Dalam tragedi pembunuhan tersebut, Euis dan empat anggota keluarga lainnya ditemukan tewas dan terkubur di halaman belakang rumah mereka di Kelurahan Paoman, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Korban dalam pembunuhan ini masing-masing:
- Haji Sahroni (70 tahun) – kepala keluarga
- Budi Awalludin (43 tahun) – anak laki-laki
- Euis Juwita Sari (37 tahun) – menantu
- Ratu (7 tahun) – cucu
- Bayi (8 bulan) – cucu
Jenazah mereka ditemukan terkubur di bawah pohon nangka di halaman rumah.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif serta pelaku di balik tragedi tersebut
Postingan Euis
Jauh sebelum terjadi pembunuhan, Euis Juwita Sari sering kali menulis status sindiran di akun media sosialnya.
"Pelukan sesaat bisa melepas lelah, tapi berpelukan dalam waktu lama bisa melepas segalanya," begitulah tulisnya.
Entah apa maksud dan untuk siapa status tersebut.
Bahkan Euis juga pernah menulis soal resiko menganggu istri orang.
"Menunggu sabar selamat, menerobos resiko hancur. Begitulah kalo mencintai istri orang. Kalo gak diambil suaminya, diambil Tuhan," tulisnya.
Namun, status tersebut tak bisa begitu saja dikaitkan dengan motif satu keluarga tewas di Indramayu.
Pasalnya sampai dengan saat ini pun polisi tidak terbuka dalam mengungkap perkembangan kasus satu keluarga tewas.
Akibatnya kini banyak spekulasi bermunculan soal motif pembunuhan satu keluarga Sahroni.
Mulai dari perebutan warisan sampai kedatangan tamu dari Tangerang.
Akun Instagram bernama Trastaintan, perwakilan keluarga meluruskan isu yang berkembang soal sosok tamu dari Tangerang tersebut.
Kata Intan, ada kesalahpahaman informasi yang berkembang perihal sosok tamu dari Tangerang tersebut.
Sebab kata Intan, tak ada kaitannya kematian keluarga Sahroni dengan tamu Tangerang tersebut.
Intan pun meminta publik agar jangan berspekulasi liar soal sosok pembunuhnya.
"Kami ingin meluruskan bahwa informasi mengenai tamu keluarga Tangerang sebelum kejadian adalah misinformasi. Mohon untuk tidak membuat narasi yang dapat menimbulkan prasangka lain. Jangan menambah luka dengan kata-kata yang tidak tepat. Jaga empati terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan," kata Intan.
Polisi masih memburu
Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian masih belum menangkap satu pun pelaku yang diduga membunuh lima korban tersebut.
"Sampai saat ini belum ada pelaku yang diamankan,"
"Kami sedang dan terus melakukan pencarian pelaku," ujar Tarno, Kamis (4/9/2025).
Ia juga menuturkan bahwa pihak Polres Indramayu sudah menaikkan perkara ke tahap penyidikan karena diyakini ada unsur pidana dalam kasus tewasnya Haji Sahroni dan anak cucunya.
"Sampai saat ini update dari pengembangan kasus perihal meninggalnya lima orang dalam satu keluarga di Paoman, tim penyidik meningkatkan statusnya ke penyidikan."
"Karena dari tim rekan-rekan penyidik, meyakini menemukan ada peristiwa pidana pada kasus tersebut," ucapnya.
Sejauh ini sudah ada 11 saksi yang diperiksa polisi.
Para saksi tersebut adalah warga sekitar dan keluarga korban.
Tarno menuturkan tak tertutup kemungkinan jumlah saksi yang diperiksa bisa bertambah.
"Saksi awal sebenarnya lima orang, kemudian berkembang kurang lebih 11 orang sampai saat ini,"
"Kemungkinan akan bertambah sesuai kebutuhan penyelidikan," kata Tarno.
Satu keluarga ditemukan tewas
Sahroni (75), Budi, Euis dan dua anak kecil ditemukan tewas terkubur di bawah pohon nangka di sela-sela rumah dan sarang burung walet, kawasan Paoman, Indramayu.
Kelima jasad tersebut ditemukan pada Senin (1/9/2025).
Pada hari Senin, sekitar 17.00 WIB berdasarkan informasi dari pelapor dilakukan penggalian gundukan tanah, dari hasil ditemukan lima jenazah," kata Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.
Menurutnya kondisi jenazah sudah hampir tidak bisa dikenali.
Polisi menduga satu keluarga tersebut sudah tewas sejak beberapa hari sebelum ditemukan.
"Kondisinya lumayan sudah rusak karena diperkirakan sudah beberapan hari," katanya.
Seorang kerabat, Roemah (57) mengungkap cerita seorang polisi soal dugaan cara sadis pelaku dalam menghabisi nyawa Sahroni dan Budi.
"Pas saya lagi malam sama polisi, Mas Budi diikat ininya (tangan), kakinya diikat," katanya.
Ia mengatakan Budi tewas setelah dianiaya dalam kamar.
Sumber: Tribun Bogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sosok-5-Jasad-yang-Terkubur-di-Indramayu-Diduga-Korban-Pembunuhan-hingga-Ada-Bayi-8-Bulan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.