Banjir Bandang di Sumatera
Gus Miftah Libatkan Banser, Pastikan Distribusi Bantuan Bencana Sumatera Tepat Sasaran
Gus Miftah donasi Rp1 Miliar dan gandeng Banser awasi bantuan bencana Sumatera agar tepat sasaran.
Ringkasan Berita:
- Gus Miftah donasi Rp1 Miliar untuk korban banjir dan longsor di Sumatera.
- Banser Tanggap Darurat turun langsung kawal distribusi bantuan.
- Bantuan tambahan dari Merdeka Cooper Gold dan Gojek Tokopedia: 2 kontainer & 2 truk.
- Monitoring ketat dilakukan agar bantuan tidak salah sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.
- Gus Miftah mengatakan membantu korban bencana adalah tanggung jawab semua, bukan hanya pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM - Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah sedang menjadi sorotan di tengah bencana Sumatera.
Hal ini setelah dia menyiapkan donasi untuk membantu warga Aceh dan Padang, Sumatera Barat sebesar Rp 1 Miliar.
Selain itu, dia juga membantu penyaluran bantuan dari sejumlah perusahaan.
Bantuan berupa 2 kontainer dan 2 truk, kepada para korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Membantu itu bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah, tapi semua orang termasuk saya," kata dia di Kantor GP Ansor, Kramat Raya, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus mencegah adanya penyalahgunaan di tengah situasi darurat, dia menggandeng Satkornas Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana).
Bagana turun langsung mengawasi penyaluran bantuan korban bencana di Sumatera.
Menurut dia, akan lebih baik donasi tersebut disalurkan melalui organisasi yang berbadan hukum.
“Kebetulan di Ansor itu ada Banser Tanggap Darurat," kata Gus Miftah.
Selain itu, lanjut Gus Miftah, Banser di daerah terkena bencana juga sudah membuka Posko sehingga penyalurannya benar-benar akan tertuju kepada para korban.
"Sehingga saya merasa kalau di donasikan, disalurkan melalui teman-teman Banser. Karena Banser ini ada di seluruh kabupaten ini saya merasa lebih tepat dan nanti pertanggung jawabannya lebih konkret. Maka itulah kenapa alasannya saya gandeng teman-teman Ansor dan Banser," tuturnya.
Untuk nominal secara rupiah, kata pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu, para donatur meminta agar tidak diungkapkan ke publik. Yang jelas, tegas Gus Miftah, jumlahnya sangat besar. Lebih besar dari bantuan pribadinya kepada para korban bencana beberapa waktu lalu, sebesar Rp1 miliar.
"Jauh lebih besar daripada yang saya donasikan secara pribadi. Mereka menyampaikan, 'sudah lah gak usah disampaikan jumlahnya'. Tapi yang jelas besar lumayan besar, bahkan nanti bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan dilapangan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satkornas Banser Muhammad Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq mengatakan perlu dilakukan monitoring dalam rangka mengawasi agar bantuan kepada korban bencana di Sumatera tepat sasaran.
“Untuk menjaga amanah diperlukan tim monitoring bantuan agar sampai kepada para korban,” kata dia.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur, kata dia, perlu dibuat sebuah laporan secara tertulis, sebagai bukti bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada korban. Kata dia, bantuan ini sangat-sangat dibutuhkan, dan ditunggu, dan sangat menyentuh bagi para korban.
“Kami akan menyalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak. Tidak membedakan kelompok agama, siapa pun yang membutuhkan yang dapat kami jangkau, akan kami salurkan bantuan dari para donatur tersebut," kata Gus Syafiq.
Tulisan ini sudah tayang sebagian di Wartakota.Tribunnews.com
BERITA TERKAIT
Baca juga: Wapres Gibran Kunjungi Pengungsi Korban Banjir di Agam, Janjikan Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana
Baca juga: Mentan Amran Lepas 207 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Baca juga: Sudah Siapkan Rp500 M, Pemerintah Belum Tetapkan Banjir di Sumatra Jadi Bencana Nasional
Baca juga: Akses Darat Terputus, Pertamina Salurkan BBM Menggunakan Pesawat Perintis ke Wilayah Bencana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gus-Miftah-bersama-Banser-kawal-penyaluran-bantuan-bencana-Sumatera.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.