Minggu, 18 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Penampakan Pantai Teluk Labuan Pandeglang Dipenuhi Kayu Gelondongan Diduga dari Banjir Sumatera

Pantai Teluk Labuan Pandeglang dipenuhi sampah dan kayu diduga terbawa arus dari Sumatera.

Editor: Glery Lazuardi
HO/IST/Misbahudin/TribunBanten
Pesisir Pantai Teluk Labuan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten dipenuhi tumpukan sampah dan kayu gelondongan. 

Ringkasan Berita:
  • Pantai Teluk Labuan, Pandeglang, dipenuhi sampah plastik dan kayu gelondongan yang diduga terbawa arus dari Sumatera pascabanjir. 
  • Kondisi ini menutup lapak pedagang dan menghambat kapal nelayan keluar-masuk perairan. 
  • Warga berharap pemerintah segera membersihkan, sementara DLH Pandeglang menyebut sebagian kayu sudah diangkat.

TRIBUNNEWS.COM - Pantai Teluk Labuan di Pandeglang, Banten, sedang menjadi sorotan.

Hal ini setelah dipenuhi tumpukan sampah plastik dan kayu gelondongan yang diduga terbawa arus dari Sumatera.

Sampah dan kayu gelondongan itu diduga dari bencana banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025.

“Sampah kayu ini sudah ada dari kemarin-kemarin. Datangnya dari mana kami juga tidak tahu, tapi ada yang bilang dari Aceh,” kata seorang pedagang bernama Mu’minah, Rabu (7/1/2026).

Mu’minah mengaku tumpukan kayu dan sampah tersebut menutupi lapak para pedagang. Akibatnya, sejumlah pedagang merasa terganggu hingga tidak bisa membuka lapak dagangannya.

“Pasti terganggu, karena kami pedagang tidak bisa memasang lesehan akibat banyaknya sampah. Pengunjung juga jadi merasa risih. Tapi sebagian pedagang tetap berjualan meski kondisinya seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah warga dan pedagang telah mencoba membersihkan sisa kayu. Ia berharap pihak terkait dapat segera melakukan penanganan.

“Harapannya ada yang membersihkan, supaya kami bisa berjualan tanpa terganggu,” katanya.

Baca juga: Menkes Waspadai Ancaman Campak Usai Banjir Sumatera, Vaksinasi Digencarkan di Lokasi Pengungsian

Aktivitas Nelayan Melaut Terganggu 

Terpisah, seorang nelayan bernama Rudin menambahkan bahwa kayu-kayu tersebut juga tercecer di sekitar perairan dan mengganggu aktivitas melaut.

Kapal nelayan pun kesulitan keluar-masuk perairan karena banyaknya kayu yang mengambang.

“Menghambat keluar-masuk kapal karena banyak sampah kayu. Pasti mengganggu nelayan, takut juga kalau kayu mengenai kapal,” ujarnya.

Rudin menduga kayu tersebut berasal dari Pulau Sumatera dan terbawa arus laut hingga ke Pantai Teluk Labuan.

Pasalnya, jenis kayu tersebut tidak ditemukan di wilayah Pandeglang.

“Tidak tahu datangnya dari mana, tahu-tahu sudah ada di sini. Mungkin dari seberang, dari Sumatera atau Padang yang jauh, karena jenis dan potongan kayu seperti ini tidak ada di Pandeglang,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Winarno, mengaku belum mengetahui secara pasti asal kayu-kayu tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan warga, kayu tersebut berasal dari luar Provinsi Banten.

“Informasi dari warga, kayu berasal dari luar Banten,” katanya.

Winarno juga belum mengetahui jumlah pasti kayu yang terdampar di pantai tersebut. Namun, ia mengklaim sebagian kayu sudah dibersihkan.

“Sudah dibersihkan,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved