Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Sidik Jari Pramugari Florencia Masih Terbaca, Jenazah Akan Diserahkan ke Keluarga
Jenazah Florencia masih berada di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar
Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport (IAT).
Sebelum bergabung dengan IAT, Florencia menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air selama kurang lebih 13–14 tahun.
Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga dipercaya menjadi trainer bagi awak kabin baru.
Ia kerap membina dan mendampingi kru junior.
Name Tag Ditemukan
Jenazah Olleh ditemukan Tim SAR bernama Saipul Malik. Jenazah ditemukan sekitar 100 meter dari titik jatuhnya pesawat di lereng curam pegunungan Bulusaraung, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
"Begitu Abang dan teman-teman Basarnas dan yang lainnya datang, kita dekati, fix perempuan dan masih ada ini name tag. Name tag perempuan," kata Saipul kepada wartawan, di posko Tompo Bulu, Senin (19/1/2026).
Saat ditemukan, kata Saipul, name tag korban masih tertempel di baju dan diduga bertuliskan nama Florencia.
"Ada, nametag-nya masih ada namanya. Saya tidak berani memastikan. Yang dari manifest yang di Manado, awak Manado itu kayaknya. Ester atau Florencia. Florencia kayaknya," ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Penulis: Faqih Imtiyaaz
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kondisi Jasad Florencia Pramugari Pesawat Jatuh saat Tiba di Makassar, Sidik Jari jadi Bukti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Florencia-Lolita-Wibisono-pramugari-Pesawat-ATR-42-500-jatuh-di-Gunung-Bulusaraung.jpg)