SOSOK Yazid Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar: Mantan Pegawai Sritex
Insiden pendaki hilang terjadi lagi, kali ini di Bukit Mongkrang Karanganyar Jateng, pendaki itu bernama Yazid, eks pegawai Sritex yang kena layoff.
Ringkasan Berita:
- Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar hilang saat mendaki Bukit Mongkrang sejak Minggu (20/1/2026).
- Hingga kini, pencarian oleh relawan dan petugas SAR masih terus berlangsung.
- Yazid merupakan lulusan STT Tekstil Bandung (saat ini Politeknik STTT Bandung) dan sempat bekerja di Sritex hingga terkena pemutusan hubungan kerja (layoff).
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Insiden pendaki hilang terjadi di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Solo, Jateng.
Lokasi tepatnya, Bukit Mongkrang berada di Tlogodringgo Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng. Berjarak sekitar 50 KM dari Solo.
Bukit Mongkrang memiliki ketinggian 2.194 Mdpl, wisata ini cocok untuk pendaki pemula karena puncaknya bisa didaki sekitar 2 jam.
Identitas pendaki yang hilang itu yakni Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar,
Yazid mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya yakni Cahya, Salma dan Riyan pada Minggu (18/1/2026) pukul 06.00 WIB.
Mereka terpisah di atas Pos 3 dengan formasi pertama Salma, kedua Cahya, ketika Yazid dan keempat Ruyan.
Baca juga: Ayah Ikhlas Lepas Kepergian Syafiq Ali hingga Pesan Terakhir : Duh Bun, Aku Kesasar ke Gunung Slamet
Salma dan Cahya menunggu kedua rekannya di basecamp namun yang datang hanya Riyan. Lalu mereka melaporkan hilangnya Yazid ke petugas di bacecamp.
Upaya pencarian pada Yazid telah dilakukan sejak Senin (20/1/2026) namun belum ada titik terang hingga saat ini.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur dan peralatan pendukung termasuk drone.
Sosok Yazid
Pasangan orangtua dari Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sapto Mulyadi (53) dan Rustiningsih (52), masih menunggu kabar tentang keberadaan anak ketiganya, Yazid Ahmad Firdaus (26) yang hilang saat mendaki Bukit Mongkrang sejak Minggu (20/1/2026) malam.
Sapto menceritakan Yazid merupakan lulusan STT Tekstil Bandung (saat ini Politeknik STTT Bandung) dan sempat bekerja di Sritex hingga terkena pemutusan hubungan kerja (layoff).
Saat ini, Yazid sedang menunggu panggilan interview di perusahaan tekstil di Bandung.
"Yazid sudah lulus dan sempat kerja di Sritex namun kena layoff, namun dia sempat melamar kerja di pabrik tekstil di Bandung dan menunggu panggilan interview," kata Sapto.
Sapto menambahkan, anaknya naik ke bukit untuk persiapan mengikuti sebuah even, meski ia tidak mengetahui detail even tersebut.
"Ya, dia ke atas untuk persiapan ikuti even itu tapi tidak tahu even apa," ungkap dia.
KRONOLOGI Hilangnya Yazid di Bukit Mongkrang
Sebelumnya, Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada Rabu pagi.
Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.
Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
Keluarga Yazid Menginap di Basecamp
Orangtua dan saudara kandung Yazid datang ke Basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar mengenai keberadaan sang pendaki.
Ayah Yazid, Sapto Mulyadi (53), bersama ketiga saudara kandung dan iparnya, sudah berada di lokasi sejak Minggu (18/1/2026) malam.
Sapto tampak mengikuti briefing terkait upaya pencarian anak ketiganya.
Saat ditemui TribunSolo.com, Sapto menceritakan awal kedatangannya ke basecamp.
"Magrib saya dapat kabar, anak saya sedang dalam pencarian oleh petugas, sehingga minggu selepas Isya saya dan istri saya berangkat di sini," ujar Sapto, Rabu (21/1/2026).
Sapto menambahkan bahwa ia bersama istrinya, Rustiningsih (52), sempat menginap semalam di basecamp untuk mengikuti proses pencarian secara langsung.
"Minggu malam saya dan istri saya tetap tinggal di sini, namun istri saya kemarin pulang karena disarankan untuk beristirahat, saat ini saya ditemani anak-anak di sini," kata dia.
Yazid Sudah Sering Mendaki ke Bukit Mongkrang
Sapto menceritakan bahwa anaknya sudah terbiasa melakukan pendakian ke Bukit Mongkrang.
"Anak saya sudah pamit, dan saya ijinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik di Bukit Mongkrang," ujarnya.
Yazid pamit kepada orangtuanya untuk mendaki bersama teman-temannya, Salman, Sukma, dan satu teman dari Salman, pada Sabtu (17/1/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Mereka kemudian tiba di Basecamp Mongkrang pada Minggu (18/1/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
"Anak saya minta izin ke saya dengan tujuan untuk olahraga, kemudian, pukul 15.30 WIB, Salman menghubungi salah satu anak saya untuk memastikan pulang apa belum. Setelah itu, pukul 18.00 WIB saya dapat kabar anak saya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian," jelas Sapto.
Upaya Pencarian Libatkan Drone hingga 160 Orang Relawan
Upaya pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki Bukit Mongkrang yang dilaporkan hilang sejak Minggu (20/1/2026) malam, memasuki hari ketiga.
Tim SAR memperluas area pencarian dengan mengerahkan ratusan personel serta pesawat tanpa awak alias drone.
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, sebuah drone disiapkan sejak pukul 10.00 WIB.
Pesawat tanpa awak tersebut dikeluarkan dari dalam boks hitam berukuran besar sebelum diterbangkan di sekitar basecamp Mongkrang untuk memantau area yang sulit dijangkau.
Selain dukungan teknologi, ratusan relawan dari berbagai unsur juga diterjunkan untuk menyisir jalur pendakian.
Koordinator Posko SAR Operasi, Yohan Tri Anggoro, mengatakan pencarian terhadap Yazid Ahmad Fridaus (26) melibatkan total 160 personel.
Baca juga: Kondisi Pilu Syafiq Ali saat Ditemukan di Gunung Slamet: Nyaris Hipotermia Badannya Sujud
Para relawan tersebut dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan wilayah tugas berbeda.
SRU 1 melakukan penyisiran vertical rescue dari Pos Candi 1 hingga Pos Bayangan. SRU 2 menyisir jalur Pos Candi 2 hingga Pos Tapak Nogo.
Selanjutnya, SRU 3 melakukan penyisiran dari jalur pipa Mrutu menuju Pranten.
Sementara SRU 4 bergerak dari Pos Candi 2 hingga Pos Ngembel melalui jalur Sangitan.
Adapun SRU 5 menyisir jalur dari Pos Candi 2 menuju Pos Jumok Putri, juga via Sangitan.
"Hari ini kita turunkan lima SRU, setiap satu sru akan berisi 25 hingga 50 personel," kata dia.
Hingga hari ketiga pencarian, tim SAR masih terus berupaya mengumpulkan petunjuk dan memperluas area penyisiran untuk menemukan keberadaan korban.
(tribun network/thf/TribunSolo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar yang Hilang, Ternyata Eks Karyawan Sritex dan Terkena Layoff,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-bukit-mongkrang-TW-solo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.