Kamis, 30 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Puluhan Warga Kampung Yaniruma Boven Digoel Mengungsi Buntut Penembakan Pesawat Smart Air

Warga disebutkan mengungsi karena khawatir teror dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)

Tayang:
Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga Kampung Yaniruma mengungsi setelah pesawat Smart Air ditembak oleh kelompok bersenjata. 
  • Mereka takut terjadi teror lanjutan, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang ikut mengungsi. 
  • Penyerangan pesawat terseut menewaskan pilot dan kopilot. Jenazahnya telah dievakuasi ke Timika.

 

TRIBUNNEWS.COM, TANAH MERAH- Puluhan warga Kampung Yaniruma, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan mengungsi ke kampung tetangga usai penembakan pesawat Smart Air. 

Warga disebutkan mengungsi karena khawatir teror dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sejumlah guru dan tenaga kesehatan juga ikut mengungsi mengantisipasi gangguan lanjutan dari KKB.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan puluhan warga setempat mengungsi ke arah Senggo.

Saat ini personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di sekitar lokasi untuk pengamanan.

Peristiwa penembakan tersebut merenggut nyawa pilot dan kopilot pesawat, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro.

Suasana salat jenazah korban penembakan pesawat Smart Air PK SNR di kamar jenazah RSUD Mimika
Suasana salat jenazah korban penembakan pesawat Smart Air PK SNR di kamar jenazah RSUD Mimika (HO/IST/KOMPAS.com/SALMAWATI)

Jenazah Kapten Egon dan Kapten Baskoro berhasil dievakuasi dari Boven Digoel menuju Timika pada Kamis (12/2/2026) pukul 06.00 WIT pagi.

Proses evakuasi dipimpin langsung Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani. Dua jenazah yakni pilot Smart Air PK SNR Kapten Egon dan Co-pilot Baskoro. Tiba di Timika, sekitar pukul 8.30 WIT, jenazah langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika.

Sejumlah aparat keamanan TNI Polri berjaga di RSUD. Usai dilakukan visum, jenazah kemudian disalatkan untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halaman.

Dieksekusi di Runway

Pesawat dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut diketahui membawa 13 penumpang dalam penerbangan dari Bandara Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu. Saat hendak mendarat, pesawat diduga ditembak oleh sekelompok orang bersenjata.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan pihaknya menerima laporan dari Bandara Tanah Merah sekitar pukul 11.00 WIT adanya penembakan pesawat.

Baca juga: Rekam Jejak KKB Yahukimo, Terduga Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air

“Kami mendapat informasi pesawat Smart Air ditembak saat proses landing. Setelah itu kami langsung berkoordinasi untuk penanganan dan pengamanan,” ujarnya. 

Dalam insiden tersebut, pilot dan kopilot dilaporkan sempat menyelamatkan diri ke arah hutan. Namun, beberapa jam kemudian keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan saksi dan pihak bandara, pilot dan kopilot diduga ditangkap kelompok bersenjata lalu dibawa ke sekitar runway dan dibunuh di sana,” jelas Kapolres.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Update Kasus Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku KKB Yahukimo hingga Puluhan Warga Mengungsi

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved