Jumat, 10 April 2026

Profil Wanadri, Relawannya Berhasil Temukan Pendaki Yazid yang Hilang 23 Hari di Bukit Mongkrang

Wanadri, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung berhasil menemukan Yazid Ahmad Firdaus, yang hilang di Bukit Mongkrang.

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung atau Wanadri merupakan satu di antara komunitas pecinta alam tertua di Indonesia.

Organisasi ini lahir di Bandung, Jawa Barat pada 1964.

Wanadri ramai menjadi perbincangan setelah terlibat dalam pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Relawan Wanadri berhasil menemukan Yazid Ahmad Firdaus setelah 23 hari dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2026.

Yazid ditemukan pada Selasa (10/2/2026) di aliran sungai Bukit Mitis.

Anggota Wanadri, Sugiarto (55) mengatakan, total ada sembilan orang yang melakukan pencarian Yazid, terdiri dari Wanadri Bandung dan SAR Surabaya.

Sugiarto mengatakan, sosok yang pertama kali menemukan jenazah Yazid adalah anggota Wanadri bernama Aji.

Profil Wanadri

Melansir Wikipedia.org, nama Wanadri berasal dari bahasa Sansekerta yakni 'Wana' berarti hutan dan 'Adri' yang artinya gunung. Adapun Wanadri berarti gunung di tengah-tengah hutan.

Perhimpunan Wanadri dicetuskan pada 17 Januari 1964 oleh enam orang pemuda, yang kemudian dikenal sebagai Angkatan Pendiri.

Empat pemuda itu yakni, Harry Hardiman, Ronny Nurzaman, Bambang Pramono, Satria Widjaja Somantri, Eddy Achmad Fadilah, dan Achmad Hidayat.

Baca juga: Apa Arti Kode Botol Kosong? Istilah yang Muncul setelah Yazid Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan

Dengan bekal visi akan pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh, tabah, serta percaya pada kekuatan diri sendiri, Wanadri kemudian diresmikan pada 16 Mei 1964 di Bandung, Jawa Barat, melansir conservation.id, website Yayasan Wanadri.

Bersamaan juga dengan peresmian Wanadri, dikukuhkan angkatan kedua dalam organisasi Wanadri yakni Angkatan Pelopor.

Sifat keanggotaan Wanadri terdiri dari dua kategori yakni:

  • Anggota biasa, yang telah mengikuti pendidikan dasar dan program lain hingga punya nomor pokok.
  • Anggota luar biasa, yang terdiri dari anggota kehormatan, anggota pelindung, tenaga ahli, dan donatur.

Temukan Pendaki Yazid

Sugiarto mengatakan, anggota Wanadri menemukan Yazid dalam kondisi meninggal dunia memeluk pohon pisang.

"Itu yang mencium aroma pertama kali junior saya, namanya Aji. Lalu untuk memastikan, ramai-ramai baru kita lihat," katanya dalam wawancara eksklusif yang diunggah di YouTube Tribun Solo, dikutip pada Kamis (12/2/2026).

Menurut Sugiarto, sebelum terjun dalam pencarian Yazid, tim terlebih dulu melakukan perencanaan dan pengolahan data terkait sosok korban.

Berdasarkan data yang telah diolah, pihaknya menduga posisi Yazid berada jauh dari pendakian resmi Bukit Mongkrang.

Kemudian, Sugiarto dan tim melakukan penentuan area lokasi pencarian Yazid. Yang mana lokasi itu tidak pernah disisir oleh tim SAR sebelumnya.

"Kita coba analisa, satu data subjek yaitu orang ini siapa, tujuannya ngapain, usianya berapa, kejadiannya kapan, fisik anak ini bagaimana. Ini yang jadi dasar olah data."

"Sehingga karena anak ini atlet, badannya sehat, kejadiannya (hilangnya Yazid) itu masih relatif pagi, kemungkinan kan prediksi kita itu (perjalanan) yang dilakukan jauh."

"Lalu kita aplikasikan ke peta topografi, baru kita menentukan area pencarian atau search area," tuturnya.

Sugiarto menduga, Yazid hilang karena memotong jalur pendakian di Bukit Mongkrang.

Dia juga menduga Yazid berlari saat menuruni Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya.

Hal itu dilakukan Yazid diduga untuk mendahului rekannya dalam rangka memberikan kejutan.

"Karena anak ini beberapa kali lari di tempat itu, ini semacam punya keinginan membuat surprise kalau dipotong (jalur pendakian) ini pasti akan nyampe di depan rekannya atau sampai di base camp terlebih dahulu. Ini asumsi kita, ya," kata Sugiarto.

Namun, kata Sugiarto, Yazid diduga justru tersesat di pipa aliran air warga. Ia kemudian mencari jalan lain.

Hanya saja, akibat hujan, korban diduga panik dan justru semakin menjauh dari jalur resmi pendakian Bukit Mongkrang.

Hal itu, lanjut Sugiarto, mengakibatkan Yazid terperosok dan berujung meninggal dunia.

"Dia tidak menyusuri sungai atau apa. Itu yang kami lihat di lokasi seperti itu," jelasnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Yohanes Liestyo)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved