Selasa, 21 April 2026

Ramadan 2026

Tarian Sufi Puluhan Santri di Jepara Sambut Bulan Ramadan 2026

Puluhan santri di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menari Sufi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan, Jumat (13/2/2026).

Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
TARI SUFI - Sejumlah santri Pondok Pesantren Nailun Najah menari sufi di pelataran Masjid Al-Makmur Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jumat (13/2/2026). Tarian ini digelar dalam rangka menyambut datangnya Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan santri Jepara gelar tarian Sufi sambut Ramadan.
  • Tradisi rutin digelar setiap Jumat terakhir bulan Sya’ban.
  • Ribuan warga padati pelataran Masjid Al-Makmur Kriyan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan santri di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menari Sufi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan, Jumat (13/2/2026).

Tarian itu dilakukan di halaman Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.

Sebanyak 40 santri dari Pondok Pesantren Nailun Najah dari usia anak-anak hingga remaja menari Sufi di pelataran masjid.

Ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan hiburan itu.

Tidak hanya warga Kriyan saja, namun warga juga datang dari berbagai daerah di Kecamatan Kalinyamatan dan sekitarnya.

Untuk dikethaui, tarian Sufi berasal dari tradisi tasawuf (Sufisme) dalam Islam yang berkembang di kawasan Anatolia, wilayah yang kini menjadi bagian dari Turki.

Dengan mengenakan pakaian serba putih mirip jubah khas pakaian tarian Sufi dilengkapi peci panjang, para remaja santri pondok pesantren tampil anggun menunjukkan kebolehannya sebagai penari Sufi.

Mereka berputar-putar sembari mengerakkan tangan kanan terbuka menengadah ke atas dan tangan kiri dihadapkan ke bawah. 

Sebagai simbol bahwa menyambut rahmat Allah SWT sepanjang Ramadan berlangsung, seraya membagikan rahmat dan keberkahan yang diterima kepada sesama manusia.

Baca juga:  20 Ide Yel-yel Kreatif untuk Pawai Sambut Ramadan 2026, Seru dan Mudah Diingat 

Tarian Sufi sambut Ramadan di pelataran Masjid Al Makmur Kriyan Jepara digelar setiap Jumat terakhir di bulan Sya'ban atau Ruwah.

Tradisi tari Sufi ini sebagai penanda bahwa Ramadan akan tiba sebentar lagi. Sekaligus sebagai pengabar kepada masyarakat agar bersiap diri dalam menyambut Ramadan.

Tarian Sufi bukan sekadar tarian pada umumnya. Tarian ini mengandung simbol doa-doa yang dipanjatkan semua masyarakat yang hadir diiringi lantunan salawat.

Mereka menari selama 10 hingga 15 menit, disaksikan ribuan warga yang hadir langsung di pelataran Masjid Al-Makmur.

Tarian Sufi ini juga sebagai simbol kebahagiaan masyarakat dalam menyambut datangnya Ramadan.

Pengasuh Ponpes Nailun Najah Kriyan, Muhammad menuturkan, tari Sufi ini digelar dalam rangka menyambut Ramadan.

Selain sebagai sarana hiburan, tarian Sufi ini menjadi tradisi yang bisa memberikan edukasi dan syiar kepada masyarakat agar menyambut bulan suci Ramadan dengan bahagia dan penuh suka cita.

"Ini tarian kebahagiaan, kalam cinta kepada Sang Kekasih. Tentu bulan Ramadan jangan dianggap sebagai beban, tetapi sebagai bulan istimewa yang disambut bahagia," kata dia.

Muhammad menyebut, pada dasarnya tidak ada ritual khusus yang dijalankan para penari sebelum tampil menari Sufi.

Biasanya hanya dengan melaksanakan berwudlu, tawasul yang ditujukan kepada Nabi Muhammad, Syekh Jalaluddin Rumi hingga para mursyid atau guru untuk memohon keberkahan dan ketenangan hati.

Dia menyebut bahwa tarian Sufi juga bisa diartikan sebagai corong ekspresi yang melambangkan kerinduan dan cinta.

Tarian yang dilakukan dengan cara berputar berlawanan arah jarum jam menandakan perputaran alam semesta, serta zikir yang dilafalkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Khususnya sepanjang Ramadan berlangsung.

Muhammad berharap lewat tarian Sufi ini bisa menjadi tradisi yang positif yang bisa diuri-uri setiap tahunnya.

"Tangan kanan yang menengadah ke atas simbol mengharap Rahmat, sementara tangankiri menghadap ke bawah bermakna menyebarkan cinta, menebarkan kebaikan kepada sesama."

"Jangan sampai ketika mendapat nikmat anugerah dari Allah, kita simpan sendiri, tidak menyebarkan ke tetangga dan sesama," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul 40 Santri Menari Sufi Menyambut Datangnya Bulan Ramadan di Jepara. Penulis: Saiful Ma'sum

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved