Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2026

Pemantauan BMKG di Maluku dan Makassar: Hilal Belum Terlihat

BMKG memastikan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat di langit Ambon, Maluku dan juga Makassar Sulawesi Selatan.

|
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PEMANTAUAN HILAL - Petugas mengamati matahari terbenam menggunakan teleskop saat melakukan pemantauan hilal di Masjid Al-Musari'in, Kembangan Utara, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemantauan hilal tersebut dilakukan untuk menentukan 1 Ramadan 1447 H. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat di langit Ambon, Maluku, Selasa (17/2/2026).

Koordinator Tim Data dan Informasi BMKG Ambon, Sukartoyo, mengatakan mustahil hilal terlihat karena posisi bulan dan matahari belum berada pada garis sejajar.

“Hilangnya peluang terlihatnya hilal di langit Ambon disebabkan posisi bulan dan matahari yang belum sejajar,” ujarnya saat pemantauan di Pantai Tirta Amahusu.

Secara astronomis, kriteria visibilitas hilal di wilayah Ambon memang belum terpenuhi.

BMKG Ambon melakukan pemantauan hilal sebagai bagian dari dukungan data astronomi untuk penetapan awal bulan Hijriah.

Hasil observasi ini akan menjadi rujukan bagi pihak terkait dalam menentukan awal Ramadan 1447 H.

Pemantauan dilakukan dengan metode observasi langsung menggunakan peralatan optik, serta perhitungan hisab untuk memastikan posisi bulan terhadap matahari di ufuk barat.

Belum terlihat di Makassar

Dikutip dari Tribun Timur, langit kota Makassar terpantau cerah berawan.

Awan  cukup tebal menyelimuti pangit Makassar jelang terbenamnya matahari.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni menuturkan bahwa hilal belum dapat terlihat di langit Makassar , Sulawesi Selatan.

"Tidak bisa terlihat hilal, karena posisi secara perhitungan atau hisab, nilainya negatif," kata Jamroni saat melakukan pengamatan, Selasa (17/2).

Jamroni menerangkan pihaknya belum dapat bisa melakukan pengamatan hilal secara jelas.

Sebab bulan lebih dahulu tenggelam dari pada matahari.

"Kita anggap nilai hilal negatif, maka tidak bisa teramati. Kita tetap melakukan pengamatan rukyah. Rukyahnya tetap kita amati tapi kemungkinan tidak mungkin karena nilainya negatif semua," katanya.

Meski demikian, penentuan 1 Ramadan belum bisa ditentukan.

Sebab pemantauan juga berlangsung di beberapa daerah se-indonesia.

Keputusan pun masih menunggu hasil  sidang Isbat di Kementerian Agama (Kemenag).

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved