Selasa, 9 Juni 2026

5 Populer Regional: Ketua BEM UGM Diserang Isu LGBT - ASN Solo Sebar Data Pribadi Rio Haryanto

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada diteror usai kritik pemerintah, dan ASN Solo dipanggil karena sebar data Rio Haryanto.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
  • Dimulai Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, diteror dan diserang isu LGBT setelah mengkritik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran serta anggaran MBG.
  • Kemudian seorang ASN Kelurahan Penumping, Laweyan, dipanggil BKPSDM Kota Solo usai menyebarkan data pribadi mantan pebalap F1 Rio Haryanto.

 

TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari update aksi teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Setelah diancam diculik, kini Tiyo diserang oleh orang tak dikenal dengan isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Teror kepada Tiyo bermula saat dirinya melayangkan kritik pedas kepada pemerintahan Prabowo-Gibran hingga soal alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemudian kasus seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebarkan data pribadi mantan pebalap F1, Rio Haryanto.

Pelakunya pegawai Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.

Aksi ASN tersebut viral hingga membuatnya dipanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo.

Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam di Tribunnews.com:

1. Update Teror OTK: Ketua BEM UGM Diserang Isu Awas LGBT, 30 Pengurus BEM UGM Juga Diteror

SERANGAN TEROR - Kolase foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto.
SERANGAN TEROR - Kolase foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. (HO/IST/Instagram/tiyoardianto_)

Serangan teror dari orang tak dikenal (OTK) makin meluas, terkini 30 pengurus BEM UGM juga kena teror.

Teror ini masih satu rangkaian dengan teror penculikan, pesan singkat hingga penguntit yang awalnya menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Berlanjut, ibunya Tiyo Ardianto juga kena sasaran teror. 

Tengah malam, notifikasi ponsel ibunda Tiyo Ardianto berbunyi. 

Isinya tuduhan bahwa anaknya menilap uang sebagai Ketua BEM UGM.

Sejak kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat, Tiyo Ardianto dan keluarganya serta pengurus BEM UGM harus menghadapi teror yang tak lagi sebatas serangan di media sosial.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengungkapkan rangkaian intimidasi itu dalam diskusi media yang digelar Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) bertajuk “Teror terhadap Mahasiswa Pengkritik MBG adalah Serangan Nyata terhadap Kebebasan Akademik!”, Selasa (17/2/2026).

Menurut Tiyo, teror bermula pada 9 Februari 2026, tak lama setelah BEM UGM melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Termasuk penggunaan diksi “Presiden Bodoh” serta sorotan terhadap alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Rasanya kritik-kritik inilah yang kemudian mengantarkan kepada kami, mulai tanggal 9 Februari, ada teror yang beruntun dari nomor-nomor yang tidak dikenal dengan kontak Inggris Raya. Jadi bukan +62 tapi +44. Nadanya sejak awal adalah ancaman dan tuduhan bahwa kami adalah agen asing. Mereka juga mengancam penculikan,” ujar Tiyo.

Baca selengkapnya.

2. Pria di Brebes Ditemukan Tewas Termutilasi, Dibunuh Rokib saat Tagih Utang

PELAKU PEMBUNUHAN- Tim Resmob Polres Brebes saat menggelandang pelaku usai berhasil diamankan di Kabupaten Majalengka.
PELAKU PEMBUNUHAN- Tim Resmob Polres Brebes saat menggelandang pelaku usai berhasil diamankan di Kabupaten Majalengka. (Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Wahyu Nur Kholik)

Motif utang kembali muncul sebagai pemantik kekerasan hingga menyebabkan korban jiwa di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum sudah berulang kali menangani kasus pembunuhan yang berawal dari konflik penagihan.

Polanya nyaris seragam, pelaku emosi sesaat saat ditagih lalu menganiaya atau membunuh korbannya.

Pola tersebut kembali terulang dalam pembunuhan seorang pria lanjut usia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bernama Sapri (67) warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo.

Sapri ditemukan tewas termutilasi dan jasadnya dimasukkan ke dalam koper yang ditemukan pada Senin (16/2/2026) kemarin.

Pria bernama Rokib (45) pun ditetapkan sebagai tersangka yang menghabisi korban saat proses penagihan utang.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kejahatan serius berlatar masalah ekonomi personal, isu yang kerap dianggap sepele, namun berulang kali berujung tragedi.

Rokib pun dikenakan pasal berlapis, Pasal 479 tahun 2023 KUHP dan pasal pembunuhannya 458 tahun 2003 dengan ancaman hukuman penjara 35 tahun.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, dari pengakuan tersangka, Sapri dibunuh saat menagih utang.

Tersangka mengaku emosi karena ditampar saat korban menagih uang yang dipinjamkan kepadanya.

"Saat ditagih hutang ini korban memang sempat menampar pelaku sehingga tersulut emosi," ujarnya, dikutip dari TribunJateng.com.

Baca selengkapnya.

3. Badi Sebut Norida Bohong, Bantah Telantarkan Mantan Istri Selama 18 Tahun, Rutin Beri Uang

PEREMPUAN MALAYSIA TERLANTAR - Norida Akmal Ayob (berjaket kuning) saat tiba di i Terminal 2 Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA2) pada Sabtu (14/2/2026) lalu. Ia dipulangkan ke Malaysia karena hidup susah usai dinikahi peria Lombok.
PEREMPUAN MALAYSIA TERLANTAR - Norida Akmal Ayob (berjaket kuning) saat tiba di i Terminal 2 Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA2) pada Sabtu (14/2/2026) lalu. Ia dipulangkan ke Malaysia karena hidup susah usai dinikahi peria Lombok. (Istimewa/Facebook Shamsul Anuar Nasarah)

Seorang perempuan asal Malaysia bernama Norida Akmal Ayob (45), mendadak viral dan mencuri perhatian warganet Indonesia.

Norida mengaku hidup susah selama 18 tahun setelah dinikahi pria asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia terpaksa kerja serabutan demi menafkahi kedua anaknya karena ditelantarkan.

Norida kemudian berhasil ke negara asalnya berkat pertolongan Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah.

Kedatangannya disambut haru keluarga di Terminal 2 Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA2) pada Sabtu (14/2/2026) lalu.

Badi, mantan suami dari Norida membantah dengan tegas melakukan penelantaran.

Bahkan ia menuding pengakuan Norida adalah sebuah kebohongan.

“Kalau masalah terlantarkan selama 18 tahun, itu bohong namanya," kata Badi, dikutip dari TribunLombok.com, Rabu (18/2/2026).

Warga asal Desa Ubung, Lombok Tengah itu melanjutkan ceritanya.

Ia mengaku memang rumah tangganya dengan Norida terpaksa kandas di tengah jalan.

Padahal kala itu umur pernikahan keduanya baru menginjak 1 tahun 8 bulan.

Singkat cerita, Badi dan Norida memutuskan bercerai.

Meski berpisah, Norida tetap tinggal di Lombok.

Baca selengkapnya.

4. Bersenjata Golok, Penjaga Toko Buah di Banyumanik Semarang Ngamuk, Goyangkan Pagar Bacok 3 Orang

PEMBACOKAN 3 ORANG DI BANYUMANIK - Ilustrasi pembacokan. Aksi pembacokan terjadi di Kota Semarang, Selasa (17/2/2026) malam, penjaga tokoh buah bacok tiga orang sekaligus.
PEMBACOKAN 3 ORANG DI BANYUMANIK - Ilustrasi pembacokan. Aksi pembacokan terjadi di Kota Semarang, Selasa (17/2/2026) malam, penjaga tokoh buah bacok tiga orang sekaligus. (Istimewa/net)

Pembacokan terjadi di Kota Semarang, Jateng pada Selasa (17/2/2026) malam. 

Tepatnya di sebuah rumah di Jalan Gaharu Raya, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik. 

Tiga orang menjadi korban dalam insiden yang diduga dipicu persoalan pribadi antara pelaku dan para korban.

Peristiwa pembacokan terjadi ketika seorang pria yang diketahui sebagai penjaga toko buah di jalan tersebut mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam. 

Pelaku masuk ke dalam rumah dan menyerang orang-orang yang berada di dalamnya.

Hingga pukul 22.00 WIB, dua korban tampak masih mendapatkan penanganan medis di dalam ambulans yang terparkir tepat di depan rumah lokasi kejadian. 

Sementara satu korban lainnya telah lebih dulu dibawa ke RS Banyumanik. 

Tak lama kemudian, ambulans kembali meninggalkan lokasi untuk mengantar dua korban menjalani perawatan lanjutan.

Di sisi lain, pelaku telah diamankan aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Banyumanik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Situasi di sekitar rumah sempat ramai dipadati warga yang berkerumun ingin mengetahui kejadian tersebut.

Para relawan yang sebelumnya mengetahui periatiwa itu dan berkoordinasi menghubungi tim medis juga berada di lokasi kejadian.

Sementara, polisi masih melakukan penyelidikan.

Baca selengkapnya.

5. Nasib Pegawai di Solo yang Diduga Sebar Data Pribadi Rio Haryanto, Langgar Perwali No 42 Tahun 2022

DATA PRIBADI - Pegawai di Solo yang diduga menyebarkan data pribadi mantan pebalap F1, Rio Haryanto, terancam sanksi. Baru-baru ini, viral data pribadi pebalap F1, Rio Haryanto diduga disebar oleh pegawai kelurahan di Kota Solo, Jawa Tengah.
DATA PRIBADI - Pegawai di Solo yang diduga menyebarkan data pribadi mantan pebalap F1, Rio Haryanto, terancam sanksi. Baru-baru ini, viral data pribadi pebalap F1, Rio Haryanto diduga disebar oleh pegawai kelurahan di Kota Solo, Jawa Tengah. (dok pribadi)

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. 

Platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X memungkinkan pengguna berbagi informasi secara cepat dan luas. 

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman serius berupa penyebaran data pribadi yang tidak terkendali.

Baru-baru ini, viral data pribadi mantan pebalap F1, Rio Haryanto diduga disebar oleh pegawai kelurahan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Data tersebut berupa surat keterangan pengantar pernikahan yang dibuat pada 2024 lalu.

Pada saat itu, orang yang diduga memosting data pribadi Rio Haryanto bertugas di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.

Namun, saat ini, pegawai tersebut sudah bertugas di Perangkat Daerah (OPD) lain di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Buntut ramai dugaan penyebaran data pribadi Rio Haryanto, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo, turun tangan.

BKPSDM Kota Solo, telah memanggil pegawai yang bersangkutan.

"Pada hari ini telah dilakukan BAP dengan mengklarifikasi tentang berita yang beredar, dan besok akan dilakukan tindak lanjut dengan tim untuk disidang kasuskan," kata Wali Kota Solo, Respati Ardi dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan elektronik, Rabu (18/2/2026).

Pegawai tersebut melanggar Perwali No 42 Tahun 2022 Pasal 5 huruf F, perihal integritas dan keteladanan dalam sikap perilaku ucapan serta tindakan kepada setiap orang.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved