Jumat, 8 Mei 2026

Layanan Bank Jambi Lumpuh, Ini Penjelasan Gubernur Al Haris

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan gangguan pada Bank Jambi itu merupakan insiden cyber. Kasus itu diambil alih Bank Indonesia, OJK, PPATK, Polisi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Erik S
Ringkasan Berita:
  • Layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi diblokir sementara oleh Bank Indonesia akibat dugaan insiden siber. 
  • Audit forensik dilakukan bersama OJK, PPATK, dan kepolisian untuk menyelidiki penyebab serta potensi kerugian nasabah. 
  • Gubernur Jambi Al Haris memastikan dana dan gaji ASN aman, sementara proses hukum masih berjalan di Polda Jambi.

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Layanan Bank Jambi sejak beberapa hari yang lalu mengalami gangguan. Bank Indonesia telah memblokir sementara akses ATM dan mobile banking Bank Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan gangguan pada Bank Jambi itu merupakan insiden cyber, sehingga kasus itu diambil alih oleh Bank Indonesia, OJK, PPATK, dan pihak Kepolisian.

Hal itu disampaikannya kepada awak media, setelah Rapat Umum Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, di Lantai II Gedung Mahligai Bank Jambi, Rabu (25/2/2026) malam.

"Untuk ATM dan mobil mobile banking, belum bisa digunakan sementara waktu ya. Kenapa? Karena sedang diadakan audit forensik,” katanya.

Dia menuturkan, audit forensik dilakukan untuk menyelidiki pihak-pihak terlibat dan ke mana arah keuangannya.

“Alhamdulillah untuk transaksi berikutnya tidak ada masalah. Ya, tidak ada masalah. Sampai hari ini masih boleh mengambil uang di Bank Jambi hanya tidak melalui ATM,” tuturnya.

SALDO RAIB- Seorang nasabah di Muara Tembesi melaporkan hilangnya dana Rp 24 juta dan kini pengaduannya masih diproses Bank Jambi.
SALDO RAIB- Seorang nasabah di Muara Tembesi melaporkan hilangnya dana Rp 24 juta dan kini pengaduannya masih diproses Bank Jambi. (Tribunnews.com/Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Al Haris menjelaskan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Bank Indonesia, agar akses ATM dan Mobile Banking secepatnya bisa dibuka. 

“Ya, kalau istilah orang kalau konslet kabel satu, kan ini Bank Indonesia lagi coba. Kabel satu diputuskan mungkin dibuka kabel lain untuk tetap jalan ATM kita. Ini yang kita lagi coba dengan Bank Indonesia dikomunikasikan,” jelasnya.

“Kenapa? Karena Otorisasi ini tentu banyak pihak yang akan dicek oleh Bank Indonesia. Vendor-nya juga dicek, kemudian semua dicek,” lanjutnya.

Bagaimana Gaji ASN?

Terkait Gaji ASN, Al Haris menerangkan tidak ada masalah akibat insiden tersebut.

“Gaji ASN ada,  uman sementara tidak bisa menarik di ATM saja. Semoga Bank Indonesia bisa secepatnya mengizinkan membuka blokir itu karena itu ada kuncinya di Bank Indonesia,” terangnya.

Terkait keamanan cyber pasca gangguan di bank itu, Al Haris mengungkap cyber bank tersebut sudah baik, bahkan sudah naik ke level 24.

Baca juga: Masuk Daftar Hitam, Nama Rafina si Pembobol Rekening Nasabah Bank Jambi Dicatat di SIPUTRI

“Nah, ini kan yang namanya cyber kan kejahatan extra ordinary crime ya. Ini bisa saja Bisa saja terjadi di bank-bank mana pun gitu. Kan BCA juga kena kemarin, Bank DKI juga kena, kan Bank NTB gitu kan. Itu Bank Jatim juga gitu. Banyak yang lain juga,” ungkapnya.

Sebenarnya sudah sudah bisa di kendalikan Bank Bank Indonesia hari ini. Hanya saja karena ini sedang audit forensik. Bank Indonesia karena kalau ini dibuka langsung mungkin ATM itu kan nanti mereka bebas lagi memindah-mindah memindahkan ATM ke ke bank-bank lain. Ya kan? Maka ini sementara dibekukan dulu gitu,” sambungnya.

Terkait jumlah nasabah bank yang kehilangan uang dan total kerugian dari gangguan itu, Al Haris menyebut Bank Jambi yang akan membahasnya.

“Intinya, Bank Jambi tanggung jawab sepenuhnya dan kami pemegang saham ini juga akan tanggung jawab ya terhadap nasabah-nasabah yang ada di Bank Jambi kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, Terkait sanksi kepada pihak atau pejabat terkait akibat kelalaian itu, pihaknya masih menunggu hasil audit forensik.

Berapa Jumlah Kerugian?

Hingga hari kelima, Bank Jambi belum merilis total uang nasabah yang raib pada gangguan sistem sejak Minggu (22/2/2026).

Pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi juga bungkam terkait total uang nasabah Bank Jmabi yang raib misterius.

Baca juga: Kronologi Pria asal Lampung Bobol Rekening Milik Teman Kerjanya, Uang Puluhan Juta Melayang

Dirreskrimsus Kombes Pol Taufil Nurmandia menyebutkan jika total uang yang raib dan jumlah nasabah yang dirugikan belum disampaikan Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sampai saat ini pihak bank belum menginformasikan. 

Mereka masih fokus pengembalian yang nasabah, jadi belum bisa memberikan keterangan," kata Taufik, Rabu (25/2/2025).

Kasus ini dalam penaganan Subdit II Perbankkan Ditreskrimsus Polda Jambi setelah dilaporkan pihak Bank Jambi pada Senin (23/2/2026).

Saat ini penyidik sedang meminta keterangan sejumlah pihak sembari menunggu hasil audit forensik internal Bank Jambi.

Kasus Menimpa Bank DKI

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank DKI diduga menjadi korban peretasan. Peretasan pada sistem Bank DKI diungkapkan oleh Direktur Utama Agus Haryoto Widodo, Rabu (16/4/2025).

Diduga, peretasan pada Bank DKI ini berakibat pada kebocoran dana yang terjadi sejak 31 Maret 2025.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Penyebab Gangguan Layanan Bank Jambi, Gubernur: Insiden Cyber dan Sedang Audit Forensik

dan

Berapa Total Nasabah dan Uang yang Raib saat Serangan Cyber di Bank Jambi? 

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved