Sabtu, 11 April 2026

Gara-gara Isu BBM Langka dalam 20 Hari, Sejumlah SPBU di Sumut Diserbu Warga

Antrean kendaraan tampak mengular di SPBU 14.203.161 Diski di Jalan Binjai Km 16, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang

Editor: Erik S
Tribun Medan/TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
Antrean di SPBU Parluasan Pematang Siantar, Sumatra Utara mulai mengular walaupun waktu telah memasuki dini hari, Jumat (6/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Warga di beberapa daerah di Sumatra Utara memadati SPBU karena panic buying akibat kekhawatiran konflik global, khususnya terkait Iran di Timur Tengah.
  • Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU hingga menyebabkan kemacetan, sementara isu kelangkaan BBM banyak beredar di media sosial.
  • Pertamina menegaskan informasi tersebut hoaks dan memastikan stok serta distribusi BBM tetap aman dan berjalan normal.

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Sejumlah warga di Sumatra Utara memadati SPBU di beberapa titik diduga karena panic buying, Para pengendara khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.

Antrean kendaraan tampak mengular di SPBU 14.203.161 Diski yang berada di Jalan Binjai Km 16, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (5/3/2026).

Antrean bahkan sudah terjadi sejak pagi hari hingga malam.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, antrean didominasi pengendara sepeda motor, mobil pribadi hingga truk yang menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Barisan kendaraan terlihat memanjang hingga keluar dari area SPBU dan meluber ke badan jalan.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Binjai Km 16 sempat melambat karena panjangnya antrean kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.

Jumadi, warga sekitar mengatakan, antrean BBM di SPBU tersebut sudah terjadi sejak pagi.

"Dari pagi ini sudah mengular begini antreannya," ujar Jumadi yang rumahnya berada persis di sebelah SPBU 14.203.161 Diski.

Beberapa pengendara mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran tersebut memicu sebagian masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap harga maupun ketersediaan BBM.

"Dengar kabar stok BBM menipis, takut ga kebagian BBM. Makanya dibela-belain ngantre," ujar Andika pengendara motor.

Tak hanya Andika, ketakutan tak mendapatkan BBM juga dirasakan Dewi.

"Besok pagi-pagi saya harus kerja. Bensin di motor tinggal sedikit. Kalau benar akan ada kelangkaan BBM bagaimana? Ga bisa kerja saya," ujar karyawan swasta ini.

Dewi mengaku mendapatkan info dari media sosial terkait stok BBM yang menipis.

"Banyak seliweran di sosmed. Takut jadinya karena benar-benar butuh kan untuk motor saya," katanya.

Antrean di Siantar

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved