Jumat, 5 Juni 2026

DPRD Sumsel Anggarkan Rp 486 Juta untuk Dua Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan

Berita soal anggaran heboh lagi, kali ini DPRD Sumsel anggaran Rp 486 juta untuk dua meja biliar di rumah dinas pimpinan.

Tayang:
istimewa
ANGGARAN MEJA BILIAR - Ilustrasi meja biliar. Berita soal anggaran heboh lagi, kali ini DPRD Sumsel anggaran Rp 486 juta untuk dua meja biliar di rumah dinas pimpinan. 
Ringkasan Berita:
  • Setelah pembelian mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp 8,5 miliar dibatalkan.
  • Serta isu ambulans Rp 9 miliar di Kutai Timur yang ternyata untuk 40 unit, bukan satu.
  • Kini heboh soal di tengah efisiensi anggaran, DPRD Sumsel anggarkan Rp 486 Juta untuk dua meja biliar pimpinan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belakangan transparansi anggaran jadi isu utama.

Publik bereaksi cepat ketika nilai proyek terlihat tidak sebanding dengan hasil fisik.

Tribunnews.com mencatat beberapa berita viral soal anggaran yang belakangan ini menyoroti pengadaan barang/jasa pemerintah yang dianggap terlalu mahal atau tidak transparan.

Kasus yang paling ramai adalah pembelian mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp 8,5 miliar.

Serta isu ambulans Rp 9 miliar di Kutai Timur yang ternyata untuk 40 unit, bukan satu.

Teranyar DPRD Sumsel anggarkan Rp 486 juta untuk dua meja biliar pimpinan

 

1. DPRD Sumsel Anggarkan 2 Meja Biliar Ratusan Juta untuk Rumah Dinas Pimpinan

Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp 486,9 juta. 

Rencana ini menjadi sorotan tajam mengingat kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat

Baca juga: Heboh Pengadaan Satu Ambulans Rp9 Miliar di Kutai Timur, Ini Fakta Sebenarnya

Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel Hadiyanto yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana  Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel

Data itu merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.

"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto, Sabtu (7/3/2026).

Pengadaan dua meja biliard itu jadi sorotan, di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat itu, disebut Hadiyanto merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat.

"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan," jelasnya.

TURNAMEN BILIAR INTERNASIONAL -  Turnamen biliar tingkat internasional, Predator PBC Indonesia International Open 2025 bersiap diadakan di Pro Billiard Center, iNews Tower, Jakarta pada 12 - 18 Juli 2025.
MEJA BILIAR -  Meja Biliar (dok: istimewa)

 

Identitas Dua Pimpinan yang Dapat Meja Biliar

Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta

Ia menyebut, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.

"Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum," pungkasnya.

 

2.  Ambulans “Sultan” Kutai Timur

Nilai anggaran: Rp9 miliar

Isu publik: Viral karena dikira satu unit ambulans seharga Rp 9 miliar.

Klarifikasi Pemkab: Dana Rp9 miliar dialokasikan untuk 40 unit ambulans yang disalurkan ke desa, yayasan, masjid, dan PMI.

 


3. Mobil Dinas Gubernur Kaltim

Nilai anggaran: Rp 8,5 miliar

Jenis kendaraan: SUV hybrid bermesin 3.000 cc

Isu publik: Dinilai bertolak belakang dengan wacana efisiensi anggaran pemerintah.

Respons gubernur: Menyebut pengadaan sesuai aturan, namun tetap menuai kritik di media sosial.

Nasib anggaran mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar kini resmi dibatalkan. 

Rudy Mas’ud memutuskan mengembalikan kendaraan tersebut setelah menuai polemik publik, dan proses pengembalian dana APBD Perubahan 2025 masih berjalan.

MOBIL DINAS MEWAH - Berikut ini profil Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Disorot usai pakai Mobil Dinasnya Rp 8,5 Miliar. (ISTIMEWA)
MOBIL DINAS MEWAH - Berikut ini profil Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Disorot usai pakai Mobil Dinasnya Rp 8,5 Miliar. (ISTIMEWA) (HO/IST)

 

Kronologi Kasus

Februari 2026: Publik heboh soal pengadaan mobil dinas gubernur dengan nilai Rp 8,49 miliar.

Jenis kendaraan: SUV hybrid bermesin 3.000 cc, disebut mumpuni untuk off-road.

Kritik publik: Anggaran dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat, apalagi dibandingkan dengan pengadaan ambulans yang hanya 11 unit senilai Rp2,88 miliar.

Maret 2026: Rudy Mas’ud resmi mengembalikan mobil dinas tersebut sebagai bentuk kepekaan terhadap dinamika sosial.

Baca juga: Gubernur Kaltim Disorot Karena Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, Istrinya Bak Bangsawan Mirip Noni Belanda 

 

Status Anggaran

Mobil dikembalikan: Gubernur tidak lagi menggunakan kendaraan dinas baru.

Dana APBD: Proses pengembalian anggaran Rp8,5 miliar masih berlangsung di Pemprov Kaltim.

Kontroversi lanjutan: Publik sempat melihat gubernur mengendarai mobil mewah berpelat KT 1, sehingga muncul pertanyaan apakah benar pengadaan dibatalkan sepenuhnya.

(tribun network/thf/Tribunnews.com/Sripoku.com)

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Di Tengah Efisiensi Anggaran, DPRD Sumsel Anggarkan Rp486 Juta untuk Dua Meja Biliar Pimpinan

Sesuai Minatmu
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved