Berawal dari Facebook, Agus Purno Irawan Kini Jual 50 Kg Jambu Kristal per Hari dari Muntilan
Agus Purno Irawan, pelaku UMKM asal Muntilan, Kabupaten Magelang, berhasil mengembangkan usaha jambu kristal, kini menjual hingga 50 Kg per hari.
Ringkasan Berita:
- Agus Purno Irawan, pelaku UMKM asal Muntilan, Kabupaten Magelang, berhasil mengembangkan usaha jambu kristal yang kini mampu menjual hingga 50 kilogram per hari.
- Usaha Zildan Jambu Crystal yang dirintis sejak 2013 ini awalnya dipasarkan melalui Facebook dan WhatsApp, kemudian berkembang dengan dukungan petani lokal serta jaringan reseller.
- Untuk meningkatkan penjualan, Agus juga melakukan inovasi produk seperti rujak jambu.
TRIBUNNEWS.COM - Jambu kristal dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki rasa manis dan hampir tanpa biji.
Buah ini juga banyak digemari karena teksturnya renyah dan segar.
Di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, buah ini bahkan menjadi sumber penghidupan bagi seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Agus Purno Irawan.
Ia kini mampu menjual hingga 50 kilogram jambu kristal setiap hari.
Usaha yang diberi nama Zildan Jambu Crystal itu dirintis Agus secara mandiri sejak tahun 2013.
Awalnya, ia mencoba berjualan jambu kristal secara daring melalui media sosial Facebook dan WhatsApp.
Agus bercerita, ide berjualan jambu kristal muncul saat ia belum memiliki pekerjaan tetap.
Pada saat yang sama, jambu kristal sedang populer di kalangan masyarakat.
"Pada tahun 2013 itu, selain saya tidak punya pekerjaan, saat itu jambu kristal juga sedang booming. Jadi, saya mulai dari situ," ujar Agus kepada wartawan Tribunnews.com, Selasa (3/3/2026).
Awalnya, Agus tidak langsung menjual buah jambu.
Ia terlebih dahulu memasarkan bibit jambu kristal sebelum akhirnya mulai menjual buah segarnya.
"Saya menjual bibit, setelah itu saya menjual buah jambu kristalnya. Saya jual secara online, ternyata peminatnya luar biasa,” katanya.
Penjualan secara online ternyata membuahkan hasil.
Setiap hari, Agus menerima pesan pesanan jambu kristal yang masuk ke akun Facebook miliknya.
“Hampir setiap hari inbox Facebook saya penuh orderan. Sampai saya harus berpindah-pindah petani untuk mencari stok jambu yang berkualitas,” beber pria kelahiran 13 Agustus 1984 itu.
Baca juga: 15 Manfaat Jambu Kristal untuk Kesehatan, dari Jantung hingga Lawan Kanker
Gandeng Petani Lokal untuk Memenuhi Pasokan
Untuk memenuhi banyaknya permintaan, Agus menggandeng petani jambu kristal di wilayah Muntilan.
Ia mendapatkan pasokan dari petani yang dikenalnya saat mengajar di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Setiap pagi, Agus menyempatkan diri memetik jambu kristal langsung dari kebun petani.
Setelah dipilah dan dibersihkan, buah tersebut segera dikemas dan diantar kepada pelanggan agar tetap segar.
"Alhamdulillah selama ini saya menjaga kualitas jambu kristal tetap fresh. Jadi, setelah dipetik, dipilah, dan dibersihkan, langsung saya antar ke konsumen,” jelas bapak tiga anak itu.
Menurut Agus, menjaga kualitas menjadi salah satu kunci agar usaha yang ia jalankan bisa terus bertahan hingga sekarang.
Dalam memilih jambu kristal berkualitas, ia biasanya memperhatikan bentuk fisik buah tersebut.
“Kalau bentuknya seperti buah apel atau pir biasanya rasanya bagus. Tapi kalau bentuknya seperti labu siam biasanya kurang enak,” ujarnya.
Permintaan Meningkat, Kini Pasok 50 Kg Jambu Kristal per Hari
Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis Agus mulai berkembang.
Saat ini ia menyiapkan setidaknya 50 kilogram jambu kristal setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar.
Pembelinya tidak hanya datang dari konsumen langsung, tetapi juga para reseller yang kemudian menjual kembali buah tersebut.
“Sekarang kebanyakan pembelinya reseller. Kami kirim setiap hari untuk mereka jual lagi,” tuturnya.
Harga jambu kristal yang dijual Agus juga mengalami perubahan sejak awal merintis usaha.
Pada tahun 2013, ia sempat menjual jambu kristal seharga Rp25 ribu per kilogram.
Namun kini harga rata-rata jambu kristal berada di kisaran Rp17 ribu per kilogram, hal ini bergantung pada kondisi pasokan dan permintaan pasar.
Kembangkan Produk, dari Buah Segar hingga Rujak Jambu
Untuk meningkatkan penjualan, Agus juga melakukan berbagai inovasi produk.
Selain menjual buah segar, ia mengembangkan olahan jambu kristal.
Sejak tahun 2021, ia mulai menjual rujak jambu kristal setelah melihat tren jajanan tersebut cukup diminati masyarakat.
"Inovasi dalam setiap usaha memang perlu, karena itu bagian dari peningkatan omzet penjualan," tandas pria 41 tahun itu.
Selain rujak jambu, Agus juga pernah mencoba menjual jus jambu kristal serta sambel uleg yang digunakan sebagai cocolan buah.
Andalkan Media Sosial dan Reseller untuk Perluas Pasar
Dalam memasarkan produknya, Agus masih mengandalkan media sosial sebagai sarana promosi.
Menurutnya, promosi melalui Facebook dan WhatsApp sangat membantu menjangkau pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Tentu media sosial sangat membantu. Selain gratis, jangkauannya juga luas. Saya menggunakan media sosial Facebook dan WhatsApp,” jelas Agus.
Selain penjualan online dan melalui reseller, Agus juga membuka lapak penjualan.
Untuk menarik minat pembeli, Agus juga menerapkan sejumlah strategi promosi.
"Tentu dengan adanya promo atau mungkin kita berikan voucher dan testimoni dari pembeli," bebernya.
Ia bahkan sempat memiliki enam cabang lapak, meski saat ini yang aktif baru satu cabang karena keterbatasan pasokan buah.
Tak hanya dipasarkan di Muntilan, produk Zildan Jambu Crystal juga kerap dipesan oleh pelanggan dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Temanggung, hingga Pati.
Tantangan Ekonomi dan Cuaca
Meski usahanya terus berkembang, Agus mengakui menjalankan usaha buah tidak lepas dari berbagai tantangan.
Menurutnya, faktor ekonomi dan cuaca menjadi dua hal yang cukup memengaruhi penjualan jambu kristalnya.
“Sekarang faktor ekonomi sangat mempengaruhi. Selain itu, cuaca juga berpengaruh terhadap kualitas dan stok buah,” ungkap Agus.
Sementara untuk menghadapi persaingan dengan pedagang lain, Agus memilih fokus menjaga kualitas jambu kristal yang dijualnya.
Ia bahkan tak segan mengganti buah jika ditemukan kondisi yang rusak atau kurang baik.
“Kalau ada buah yang rusak atau layu, kami ganti. Itu cara kami menjaga kepercayaan pelanggan,” katanya.
Ke depan, Agus berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali membaik sehingga penjualan usahanya bisa semakin stabil.
“Usaha jambu kristal ini sangat membantu perekonomian keluarga saya. Semoga ke depan bisa terus berkembang,” harap pria asal Muntilan itu.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/agus-purno-irawan-penjual-jambu-kristal.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.