Minggu, 12 April 2026

Samarkan Mercon Jadi Cat, Warga Sumenep Jadi Tersangka Ledakan Semarang

Polisi tangkap penjual bahan peledak online terkait ledakan Gayamsari yang tewaskan bocah 9 tahun dan guncang warga Semarang.

Editor: Eko Sutriyanto
Tribun Jateng/Reza Gustav Pradana
EVAKUASI KORBAN - Kasus ledakan maut di Kampung Pondok, Gayamsari, Kota Semarang, kini memasuki babak baru.  Polisi resmi menetapkan seorang pria berinisial SR sebagai tersangka. Ia diduga menjadi penjual bahan peledak yang memicu tragedi yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 9 tahun, Gilang, serta melukai anggota keluarganya. 
Ringkasan Berita:
  • Polisi menetapkan SR sebagai tersangka kasus ledakan maut di Gayamsari, Semarang, setelah ditangkap di Sumenep, Jawa Timur 
  • Ia diduga menjual bahan peledak lewat marketplace dengan menyamarkan nama produk menjadi cat super. 
  • Ledakan merenggut nyawa bocah 9 tahun dan melukai keluarganya, memicu trauma warga sekitar.

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Kasus ledakan maut di Kampung Pondok, Gayamsari, Kota Semarang, kini memasuki babak baru. 

Polisi resmi menetapkan seorang pria berinisial SR sebagai tersangka.

Ia diduga menjadi penjual bahan peledak yang memicu tragedi yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 9 tahun, Gilang, serta melukai anggota keluarganya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengungkapkan bahwa SR ditangkap di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026). 

Sehari kemudian, ia dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Setelah pemeriksaan, kita tetapkan tersangka dan lakukan penahanan,” jelas Andika, Minggu (29/3/2026).

SR diketahui telah menjalankan bisnis ilegal ini sejak 2025.

Baca juga: Ledakan Mercon di Ponorogo Tewaskan 2 Remaja, Polisi Ungkap Fakta Baru

Ia menjual bahan peledak melalui marketplace seperti TikTok dan Shopee, dengan menyamarkan nama produk menjadi “cat super” agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Modus ini membuat akses bahan berbahaya semakin mudah, bahkan bagi anak-anak.

Kronologi Ledakan

Ledakan terjadi pada Jumat dini hari (20/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Suara dentuman keras membuat warga panik dan keluar rumah.

Awalnya mereka mengira trafo listrik meledak, namun kemudian diketahui sumber ledakan berasal dari rumah korban.

Akibatnya, Gilang meninggal di lokasi, sementara dua anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka.

Rumah korban rusak parah, dengan atap dan plafon ambrol, serta dampak kerusakan pada bangunan sekitar.

Kesaksian Warga

Sejumlah warga menggambarkan suara ledakan lebih keras daripada ban truk meletus.

“Kami kira trafo listrik yang meledak. Hampir semua warga keluar rumah karena kaget,” ujar Wiwik, salah satu saksi.

Belakangan diketahui bahwa bahan peledak dibeli secara online dengan sistem COD.

Paket yang datang tidak menimbulkan kecurigaan karena dianggap barang biasa.

Bahkan, nenek korban sempat membayar paket tersebut tanpa mengetahui isi sebenarnya.

Dampak Sosial dan Psikologis

Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.

Anak-anak yang biasanya ramai bermain kini lebih pendiam.

Orangtua pun semakin khawatir terhadap aktivitas anak, terutama penggunaan ponsel dan belanja online.

“Sekarang apa saja bisa dibeli lewat HP. Kalau anak tidak jujur, bisa bahaya seperti ini,” tambah Wiwik. (Tribun Jateng/Reza Gustav Pradana/Rezanda Akbar D) 

 

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Sosok SR Penjual Bahan Peledak ke Bocah 12 Tahun di Semarang, Kini Jadi Tersangka dan Lebih Besar Dari Ledakan Trafo, Kesaksian Warga Soal Ledakan Petasan Berujung Maut di Semarang

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved