Minggu, 26 April 2026

Tinjau Rusun ASN di Nabire, Wapres Gibran Minta Pemprov Tolak Hasil Pengerjaan Bila Cacat

Momen Wapres Gibran tinjau Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/4/2026).

Ringkasan Berita:
  • Wapres Gibran tinjau rumah susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/4/2026).
  • Wapres meminta Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa  tidak menerima hasil pekerjaan apabila masih ditemukan cacat desain (defect design).
  • Ia menegaskan setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar kualitas sejak perencanaan hingga pelaksanaan

 

TRIBUNNEWS.COM, NABIRE - Dalam kunjungannya ke Papua Tengah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau rumah susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah,  Senin, (20/4/2026).

Mengenakan kemeja abu lengan panjang, Wapres meninjau rusun didampingi, Menkopolkam Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai.

Pantauan Tribunnews, Gibran mengecek unit Rusun tipe 36 dalam bangunan setinggi tiga lantai itu. 

Gibran melihat perlengkapan dasar pada unit rusun, mulai dari meja, kursi, tempat tidur, hingga westafel.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres meminta Kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa,  agar tidak menerima hasil pekerjaan apabila masih ditemukan cacat desain (defect design).

Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar kualitas sejak perencanaan hingga pelaksanaan

“Pak, nanti kalau masih ada defect design-nya jangan diterima ya. Ini profesional, jangan diterima (kalau ada cacat desain)” kata Wapres.

Baca juga: Diajak Berkantor di IKN, Deddy Sitorus Sebut Gibran Tak Paham Beda Eksekutif dan Legislatif

Kemudian dalam kesempatan tersebut Wapres menerima paparan dari Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah, Meda Kilian, terkait progres pembangunan dan fasilitas rusun bagi ASN Papua Tengah.

“Kemudian rusun ini, layoutnya seperti rumah tapak. Ada dua kamar tidur, kamar utama. Kemudian ada kamar tidur anak, ada dapur, ada kamar mandi, ada ruang cuci, ruang tamu, dan tempat makan,” jelas Meda.

“Kapasitasnya ini adalah 44 unit untuk satu tower. Kami membangun dua tower sehingga ada 88 unit. Untuk fasilitasnya, di lantai 1 ada ruang pengelola, ada gudang, ada ruang panel, toilet umum, dan janitor. Untuk lantai 2 sendiri, 16 kamar, dan lantai 3 adalah 16 kamar. Tower 1 dan tower 2, template sama desainnya. Selain itu, kami juga melengkapi dengan mebeler (mebel),” katanya.

Baca juga: Respons Usul Gibran, KontraS Nilai Peradilan Andrie Yunus Penuhi Syarat Gunakan Mekanisme Koneksitas

Lebih jauh Meda menjelaskan bahwa setiap unit hunian telah dilengkapi dengan berbagai perabot untuk menunjang kenyamanan penghuni, mulai dari tempat tidur berukuran 160 cm, tempat tidur susun untuk kamar yang lebih kecil, lemari dua pintu maupun satu pintu, hingga meja makan, meja tamu, sofa, dan satu set kursi. 

Dengan kelengkapan tersebut, seluruh unit rusun telah dalam kondisi full furnish dan siap langsung dihuni. Selain itu, unit pada lantai 1 diprioritaskan bagi penyandang disabilitas guna memastikan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas bagi seluruh penghuni.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved