Sabtu, 9 Mei 2026

Berawal dari Iseng, Jurus Agen BRILink Shi Jack Ekspansi 7 Gerai

Lambat laun omzet BRILink Shi Jack meningkat, bahkan melebihi omzet usaha-usaha yang ia mulai lebih dulu

Tayang:
HO/IST
EKSPANSI 7 GERAI - Sejumlah kKaryawan Agen BRILink Shi Jack milik Joko Triyanto, agen perpanjangan tangan Bank BRI untuk transaksi perbankan mudah dan terjangkau. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO – Joko Triyanto, pemilik tujuh gerai BRILink asal Baki, Sukoharjo, tersenyum lebar melihat karyawannya dari kejauhan baru saja selesai melayani warga bertransaksi.

Ingatannya seperti melompat mundur lima tahun ke belakang. Tak lupa akan bentuk satu lapaknya yang kecil dan seadanya, belum sesempurna yang sekarang.

Usaha yang ia mulai pada 2021 itu semakin berkembang setiap tahunnya. 

Hingga kini, ia bisa memberikan kehidupan untuk 13 karyawan mengabdikan diri pada tujuh gerai Agen BRILink Shi Jack tersebar di Sukoharjo dan sekitarnya.

Padahal, ia hanya memulainya sebagai usaha sampingan, namun meyakini perkenalannya dengan BRI tentang BRILink akan baik di masa mendatang.

Joko sebelumnya telah berwirausaha dengan menjual pulsa, membuka POM mini, dan persewaan mobil.

“Kalau boleh jujur awalnya cuma iseng ditawari sebagai Agen BRILink, saya coba dan tertarik dengan layanan yang menjanjikan,” paparnya pada Sabtu (2/5/2026).

Benar saja, gerainya langsung ramai dikunjungi warga saat hari pertama buka. 

Mereka yang hendak bertransaksi ke bank atau hendak ke mesin ATM akhirnya menepi ke gerai BRILink Shi Jack lantaran lebih terjangkau soal jarak.

Demikian faktanya karena kawasan kediaman Joko terbilang masuk ke dalam pedesaan, berkilo-kilo meter menuju ke bank.

Tujuan Agen BRILink sebagai perpanjangan tangan BRI tersampaikan melihat fenomena tersebut. 

Selain fakor jarak, warga sekitar memilih BRILink Shi Jack karena seluruh transaksi perbankan bisa diakses di gerai tersebut.

Lambat laun omzet BRILink Shi Jack meningkat, bahkan melebihi omzet usaha-usaha yang ia mulai lebih dulu.

Ia mulai serius menata gerai pertamanya, merenovasi memberikan sentuhan rapi selayaknya bank kecil agar pengunjung merasa nyaman.

Warga yang datang bertambah, transaksi terus meningkat.

Melihat peluang itu, Joko memberanikan diri membuka cabang baru di Langenharjo, sekitar lima kilometer dari lokasi pertama.

Letaknya strategis, tak jauh dari sebuah pondok pesantren, dan efeknya langsung terasa.

Para santri menjadi pelanggan tetap, datang setiap hari untuk tarik tunai atau transfer ke kampung halaman.

Gerai kedua itu hanya butuh dua bulan untuk menunjukkan bahwa keputusan Joko tidak keliru.

Transaksi tinggi, pelanggan loyal, dan kebutuhan pasar yang terus tumbuh menjadi alasan kuat untuk berkembang lebih jauh.

Ia merekrut dua karyawan tambahan, membagi mereka ke dalam dua shift agar layanan tak pernah berhenti.

Setahun berselang, gerai ketiga pun berdiri di Wonosari, Klaten.

Dari sana, Joko seperti menemukan ritme usahanya sendiri, dan mulai menyusun peta pengembangan.

Tak tanggung-tanggung, empat gerai tambahan dibuka hampir beriringan di wilayah Gawok, Gentan, dan Daleman.

Semua masih dalam lingkup Sukoharjo, tapi ia memastikan setiap lokasi punya potensi transaksi yang menjanjikan.

“Paling lompat kecamatan, tapi tetap dekat. Yang penting strategis,” ujarnya mantap.

Agen BRILink Saat Ini

Jalan Joko Bersama BRILink beriringan dengan kerikil bernama penghalang.

Tentu ada tantangan yang menghadang ketika usahanya berjalan.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjamurnya gerai-gerai BRILink.

Agen-agen tersebut tersebar, semakin banyak bahkan mendekat dengan gerai-gerai yang ia miliki.

Ia tak membenci ataupun dengki, bagi dia rejeki sudah ada jalannya sendiri.

Lagipula, kata Joko, agen-agen BRILink yang dimaksud tersebut tidak melayani transaksi seperti Tarik tunai dan transfer dalam jumlah besar.

“Gerai-gerai BRILink kecil itu biasanya malah merekomendasikan BRILink Shi Jack kalau ada warga yang tarik (tunai) dan transfer uang banyak, sementara kalua gerai saya sedang kosong juga saling lempar. Pokoknya kami saling bantu aja,” terang Joko.

Ada di tahun kelima berbisnis sebagai Agen BRILink juga tak membuatnya lesu.

Omzet dari tujuh gerai terbilang naik, kini total sekitar Rp70juta sampai Rp80juta per bulan.

Kendati digitalisasi seperti adanya m-banking, aplikasi, hingga dompet digital bersemarak, namun masih banyak warga yang tetap memilih Agen BRILink sebagai tujuan bertransaksi.

“Pelanggan terbesar saya masih pekaku UMKM, pedagang, pegawai pabrik hingga santri-santri,” tambahnya.

Di balik pertumbuhan cepat itu, ada prinsip yang tak pernah ia lepaskan, yakni pelayanan terbaik untuk setiap pelanggan.

Standar Operasional Prosedur (SOP) diterapkan disiplin, dari kejujuran hingga keramahan yang tidak dibuat-buat.

“Pelanggan itu raja, kalau dilayani baik, mereka pasti kembali,” tutur Joko.

Ia bahkan merancang promo khusus menjelang Lebaran, tarik tunai di bawah Rp 500 ribu bebas biaya tambahan.

Promo itu bukan sekadar gimmick.

Banyak warga datang dan kembali karena merasa dihargai, sekaligus diuntungkan.

Bagi Joko, keberadaan gerai BRILink bukan hanya bisnis, tapi juga misi membantu masyarakat mengakses layanan keuangan dengan mudah.

Meski telah memperkejakan 13 karyawan  dan tujuh gerai BRILink, target Joko belum selesai.

Ia mencita-citakan bisa memiliki total 10 gerai BRILink berdiri di wilayah strategis lainnya.

“Semoga tercapai dengan dukungan dari BRI,” ucapnya penuh harap.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved