Minggu, 24 Mei 2026

Prodil dan Sosok

Klarifikasi dan Profil Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik yang Viral Cekcok dengan Demonstran

Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir viral usai tantang duel PKL, di tengah sorotan publik terhadap etika wakil rakyat Jatim.

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Tribunnews.com: infopemilu.kpu.go.id dan Tribunnews.com/Istimewa
TANTANGAN DUEL - (Kanan) Tangkap layar video viral Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir yang tantang duel warga saat audiensi dan (Kiri) Foto Syahrul Munir saat mencalonkan diri di Pileg 2024. 
Ringkasan Berita:
  • Perilaku dua wakil rakyat di Jawa Timur jadi sorotan usai anggota DPRD Jember Ahmad Syahri As Sidiqi dan Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menuai kontroversi.
  • Syahrul Munir viral setelah terekam menantang duel pedagang kaki lima saat audiensi relokasi lahan, lalu meminta publik bijak memahami konteks persoalan.
  • Berdasarkan laporan kekayaan, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir memiliki harta Rp1,27 miliar yang didominasi tanah dan kendaraan pribadi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perilaku sejumlah wakil rakyat di Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik dan memantik perhatian luas terhadap etika pejabat daerah di ruang publik.

Beberapa waktu lalu, anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri As Sidiqi, menuai kritik setelah kedapatan merokok dan bermain gim saat rapat berlangsung. 

Aksinya memicu kemarahan masyarakat hingga berujung teguran dari Partai Gerindra, partai yang menaunginya, serta permintaan maaf secara terbuka.

Belum reda polemik Syahri, perhatian publik kini kembali tertuju pada perilaku Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, yang turut menjadi perbincangan.

Ia terekam kamera menantang duel warga yang bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) saat melakukan audiensi masalah lahan untuk berjualan.

Video tersebut tersebar lewat media sosial dan akhirnya viral.

Baca juga: 2 Sosok Polisi Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Balita Tenggelam di Lampung, Kini Dapat Penghargaan

Profil Syahrul Munir

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, ia memiliki nama lengkap Muhammad Syahrul Munir.

Dia dikenal sebagai salah satu sosok muda di dunia politik Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Pria kelahiran Gresik, 24 Februari 1991 ini aktif dalam berbagai kegiatan organisasi hingga terjun ke parlemen daerah.

Dalam kehidupan pribadinya, Syahrul Munir menikah dengan Asyiqotul Ulya. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak.

Riwayat pendidikan Syahrul Munir ditempuh di SMAN 1 Sidayu Gresik.

Ia menempuh pendidikan tingkat SMA pada 2005 hingga lulus pada 2008.

Karier organisasinya juga cukup menonjol. 

Syahrul Munir pernah menjabat sebagai Ketua DKC Garda Bangsa Gresik pada periode 2017 hingga 2021. 

Pengalaman itu menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan politiknya.

Di dunia politik, Syahrul Munir dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Gresik untuk periode 2019-2024. 

Selama menjabat, ia dikenal aktif menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di tingkat daerah.

Di Pileg 2024, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini kembali manju di daerah pemilihan 9.

Syahrul Munir kembali lolos dengan meraih 8.463 suara sah.

Baca juga: Profil Ade Ginanjar, Anggota DPR RI Rumahnya Dirusak Pria yang Ngaku Polisi, Hartanya Rp7,1 M

Harta Kekayaan

Syahrul Munir tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1,27 miliar berdasarkan laporan yang disampaikan. 

Aset tersebut didominasi kepemilikan tanah di Kabupaten Gresik senilai Rp 775 juta yang diperoleh dari hasil sendiri.

Selain itu, ia juga memiliki sejumlah kendaraan dengan total nilai Rp 485 juta, di antaranya Hyundai Santa Fe tahun 2016 senilai Rp 290 juta, Honda Brio tahun 2019 senilai Rp 110 juta, Chevrolet LUV Mini Bus tahun 1978 senilai Rp 30 juta, Daihatsu Feroza tahun 2000 senilai Rp 40 juta, serta sepeda motor Honda Scoopy tahun 2023 senilai Rp 15 juta.

Dalam laporan tersebut, Syahrul Munir juga mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 10 juta. 

Tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun harta bergerak lainnya, serta tidak tercatat memiliki utang, sehingga total kekayaannya mencapai Rp 1,27 miliar.

Penjelasan Syahrul Munir

Syahrul Munir lewat akun Instagram pribadinya memberikan penjelasan terkait insiden yang viral.

Di awal pernyataan, ia berharap publik bisa bijak menyikapi terkait potongan video.

Syahrul Munir membenarkan kemarin melakukan audiensi bersama para pedagang yang mengungsi karena ada penertiban bangunan di atas lahan milik pemerintah.

"Tetapi audiensi justru diinterupsi oleh beberapa pihak sing bukan termasuk para pengungsi dan justru membuat keadaan menjadi semakin tidak kondusif," katanya.

Para pihak yang menginterupsi ini juga merupakan pihak yang tiba-tiba masuk saat DPRD mengundang seluruh pedagang untuk mendengarkan aspirasi dan keresahannya di dalam agenda audiensi pertama sehingga membuat audiensi dibatalkan, karena para pedagang terpancing dengan upaya-upaya yang bertendensi provokatif.

Syahrul Munir melanjutkan di klausul perjanjian para pedagang yang diterbitkan oleh pemerintah terdahulu sudah tertera jelas bahwa, apabila pemerintah akan mengalihfungsikan lahan milik pemerintah tersebut (dalam hal ini untuk mensterilisasi aliran sungai di kawasan dengan potensi rawan banjir).

Baca juga: Profil Teddy Hernayadi, Perwira Tinggi TNI yang Divonis Penjara Seumur Hidup di Peradilan Militer

"Maka pemerintah berhak menggunakan lahan tersebut tanpa memberikan kompensasi ganti rugi," tegasnya.

Pihak DPRD Gresik sendiri sudah berupaya untuk menyediakan lahan relokasi supaya para pedagang yang saat ini mengungsi dapat melanjutkan roda perekonomiannya. 

Lahan yang kemudian dikelola oleh pihak ketiga dengan sah dan legal yang nantinya akan menjadi mitra untuk para pedagang. 

"Kami sudah mengupayakan supaya para pedagang dapat membayar sewa lahan kepada pihak ketiga dengan skema pembayaran termin yang memudahkan."

"Namun, apa yang diinginkan para pedagang? Mereka meminta menempati lahan tersebut gratis selama 1 tahun."

"Lagi-lagi lahan pemerintah seharusnya berkontribusi pada pemasukan daerah harus diserahkan secara gratis kepada para pedagang yang bahkan tidak hanya berasal dari Gresik," urai Syahrul Munir.

Selama mengungsi, pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga telah beberapa kali memberikan bantuan sembako langsung. 

Syahrul Munir secara pribadi juga telah menyisihkan sebagian rezekinya kepada para koordinator pengungsi yang bahkan ternyata baru ditemui sebuah fakta di lapangan bahwa, dana yang  serahkan kepada para koordinator tidak didistribusikan secara merata kepada para pengungsi. 

"Sehingga, kami berharap miskomunikasi antara para pedagang dan koordinator ini dapat diselesaikan secara internal," harapnya.

"Intinya, mari kita jaga Gresik bersama-sama ya, rek! Mari kita bijak dalam mengolah informasi dan sumber- sumber informasi lainnya. Share-en ben luwih akeh sing paham akar permasalahane," tutup Syahrul Munir.

(Tribunnews.com/Endra)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved