Sumatera Blackout
Nasib 3 Pelajar yang Diduga Keracunan Asap Genset di Sumbar saat Sumatera Blackout
Dua pelajar di Tanah Datar, Sumbar meninggal diduga keracunan asap genset saat blackout listrik massal melanda Pulau Sumatera.
Ringkasan Berita:
- Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera beberapa hari terakhir.
- Tiga pelajar ditemukan tak sadarkan diri di Masjid Nurul Huda, Tanah Datar, Jumat (22/5/2026).
- Dua korban, Haikal Arya Kamil dan Gibran Arrasyid, meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa.
- Korban diduga keracunan asap genset yang menyala di ruangan tertutup saat listrik padam.
- Satu korban lain masih dirawat di rumah sakit, sementara pihak sekolah menyampaikan belasungkawa.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah provinsi di Pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik massal atau blackout beberapa hari ini.
Di tengah mati listrik massal tersebut, kabar duka datang dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tiga orang pelajar ditemukan tak sadarkan diri dalam kondisi mulut berbusa, Jumat (22/5/2026) malam.
Ketiganya ditemukan dalam kondisi tak berdaya di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.
Dari tiga pelajar tersebut, dua orang bernama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15) dinyatakan meninggal dunia.
Sementara satu orang lainnya, Burhanuddin Hakim saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas'ap W. Dt. Bandaro, menuturkan bahwa korban keracunan asap dari mesin genset saat listrik mati.
Mesin genset tersebut berada di dalam ruangan belakang masjid dengan kondisi pintu kamar tertutup.
"Jumat (22/5/2026) malam mati lampu (listrik), jadi mereka menghidupkan genset yang dipinjam ke pengurus, posisinya belum dipindahkan ke luar ruangan,"
"Genset itu juga baru diservis, makanya masih di sana," ucapnya, dikutip dari TribunPadang.com.
Genset tersebut, dihidupkan oleh tiga korban di dalam ruangan dalam kondisi pintu tertutup.
Baca juga: Blackout Listrik di Sumatera Memakan Korban, 4 Keracunan Asap Genset , 2 Tewas
Mereka diduga telah berada di dalam ruangan tersebut semalaman.
Saat ketahuan, ketiganya dibawa ke rumah sakit karena sudah kritis.
"Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang. Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal dan Gibran, sedangkan yang masih selamat Hakim," sebutnya.
Kata MTs Diniyah Pandai Sikek
Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna menuturkan, salah satu korban yang meninggal, Haikal, benar merupakan muridnya.