Bocah SD Dirudapaksa dan Dibunuh Tetangganya Sendiri di Rumah Kosong, Jasad Ditemukan saat Iduladha
Bengis, Bocah SD Dibunuh dan Dilecehkan Tetangganya Sendiri di Rumah Kosong, Jasad Ditemukan Tanpa Busana
Ringkasan Berita:
- Misteri bocah SD tewas tanpa busana saat Iduladha di sebuah rumah kosong di Makassar terungkap, ternyata dibunuh tetangganya sendiri.
- Korban yang masih kelas 3 SD jadi korban pembunuhan dan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri inisial IK (19).
- Penemuan jasad korban yang tanpa busana dan dipenuhi luka lebam langsung membuat warga sekitar geger.
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kematian bocah perempuan kelas 3 SD yang ditemukan tanpa busana dan penuh luka lebam di dalam toilet rumah kosong wilayah Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar menemui titik terang.
Korban berinisial NJ (12) diketahui menjadi korban pembunuhan dan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, inisial IK (19).
Peristiwa memilukan itu terungkap pada Rabu (27/5/2026) saat momen Iduladha 1447 Hijriah.
Sosok Pelaku
Penemuan jasad korban yang tanpa busana dan dipenuhi luka lebam langsung membuat warga sekitar geger.
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kematian bocah tersebut.
Tim Resmob Polda Sulsel bersama Jatanras Polrestabes Makassar kemudian berhasil mengamankan pria berinisial IK (19).
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Bocah di Makassar Terpengaruh Narkoba dan Konten Asusila, Terancam Hukuman Mati
Pelaku diketahui merupakan tetangga korban sendiri.
IK ditangkap di kediamannya oleh tim gabungan tanpa perlawanan berarti.
Saat diinterogasi, IK tidak dapat mengelak dan mengakui semua perbuatan kejinya.
IK juga ternyata sudah lama mengincar korban.
Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh latar belakang pelaku yang merupakan pencandu narkoba dan kerap menonton konten pornografi.
Kapolrestabes Makassar Geram dengan Kelakuan Pelaku: Sangat Biadab!
Penangkapan tersebut sekaligus mengungkap tabir gelap kasus yang sempat mengundang perhatian luas masyarakat Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya saat merilis kasus ini di Mapolrestabes Makassar.
Ia mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku.
"Saya menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Korban meninggal dunia akibat perlakuan yang sangat biadab oleh pelaku," ujar Arya dengan nada bergetar.
Arya menjelaskan bahwa aksi keji IK bukan sekadar penganiayaan biasa, melainkan pembunuhan berencana yang didahului oleh kekerasan seksual.
"Didahului dengan rudapaksa terhadap anak yang baru berumur 12 tahun. Ini sungguh sangat menyedihkan dan memukul perasaan kita semua," tambahnya.
Siasat Licik Pelaku
Penemuan mayat tersebut seketika menggemparkan warga sekitar.
Personel Polsek Tallo, Tim INAFIS Polrestabes Makassar, Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, hingga Tim Jatanras langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara demi kepentingan autopsi.
Di tengah proses olah TKP, sempat terjadi keributan antarwarga tak jauh dari lokasi.
Setelah diselidiki, keributan tersebut ternyata merupakan siasat licik yang sengaja diciptakan oleh IK.
Pelaku merasa gerah dan terancam dengan kehadiran polisi berpakaian preman yang mulai menyisir area sekitar.
"Warga yang membuat keributan di sana ternyata adalah pelaku sendiri. Dia berupaya mengalihkan perhatian agar polisi cepat pergi dari lokasi atau sibuk mengurusi hal lain," jelas Arya.
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, kedok IK tetap terbongkar.
Pemuda berusia 19 tahun itu langsung ditangkap di tempat.
Saat digelandang oleh petugas, emosi warga sekitar sempat menyulut nyaris menghakimi pelaku.
Beruntung, polisi dengan sigap mengamankan IK ke dalam mobil patroli.
Baca juga: Viral Bocah Ngelem di Jembatan Ampera Palembang, Polisi Amankan Sejumlah Anak
Korban Berontak
Modus yang digunakan pelaku tergolong rapi.
Awalnya, IK meminta tolong kepada korban untuk membelikan minuman.
Setelah pesanan diantar, pelaku kembali meminta NJ membelikan makanan.
"Begitu korban kembali untuk mengantarkan makanan, pelaku langsung menyeret korban secara paksa ke dalam rumah kosong tersebut dan membekap mulutnya," urai Arya.
Di dalam rumah kosong itu, korban sempat memberikan perlawanan sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri.
Hal ini membuat pelaku naik pitam.
"Korban berontak. Karena korban melawan, pelaku membenturkan kepala korban berulang kali ke lantai dan tembok hingga tak berdaya," lanjut Arya dengan nada geram.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul SOSOK Pembunuh Bocah Kelas 3 SD Tewas Tanpa Busana di Rumah Saat Iduladha Ternyata Tetangga Sendiri,
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.