BPBD Pasang CCTV Sensor Gerak untuk Jadi 'Saksi Mata' Fenomena Kebakaran Misterius di Sleman
Teror api di rumah warga Sleman sudah 118 kali dalam 18 hari. BPBD pasang CCTV untuk ungkap sumber kemunculan api misterius.
Ringkasan Berita:
- Rumah warga di Seyegan, Sleman mengalami kemunculan api misterius sebanyak 118 kali sejak 23 Mei 2026.
- Tidak ada saksi yang pernah melihat langsung momen awal munculnya api di titik-titik kejadian.
- BPBD Sleman memasang CCTV bersensor gerak untuk merekam dan menganalisis penyebab kemunculan api.
- Rekaman CCTV akan digunakan sebagai bahan analisis tim ahli termasuk BRIN dan UGM.
- Insiden terbaru kembali membakar dapur dan kandang ayam, sementara investigasi lintas lembaga masih berlangsung.
TRIBUNNEWS.COM - Sudah 18 hari lamanya api misterius tiba-tiba muncul di rumah milik Agusyani di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta per Selasa (9/6/2026).
Total sudah ada 118 kali api muncul tiba-tiba di sejumlah titik di bagian rumah sejak, Sabtu (23/5/2026).
Selama itu pula, tak ada saksi mata yang benar-benar melihat detik-detik munculnya api di rumah Agusyani.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman yang telah hadir sejak awal mendampingi korban pun mengambil inisiatif.
Langkah tersebut berupa memasang kamera CCTV yang dilengkapi dengan sensor gerak di dua lokasi strategis.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pemasangan ini dilakukan karena belum adanya saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik awal munculnya letupan api yang membakar barang-barang di rumah Agusyani.
"Kami ingin melihat seperti apa toh asal muasal munculnya api itu,"
"Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses dari terjadinya kemunculan api hingga menyebabkan kebakaran di beberapa spot itu, sehingga (dengan memasang CCTV) kami bisa mendapatkan 'oh ternyata begini prosesnya'," ujar Bambang, Senin (8/6/2026).
Rekaman tersebut nantinya akan diberikan ke tim ahli untuk dianalisis.
Data visual tersebut tak hanya jadi dokumentasi, namun juga sebagai bukti tambahan untuk penelitian.
Selain itu, CCTV juga dipasang untuk meningkatkan keamanan rumah Agusyani karena banyak orang yang datang ke rumah korban.
"Ketika rumah yang terdampak Bu Fia (Agusyani) ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa kehilangan, atau apa, yang tidak pas bisa termonitor,"
"Termasuk tamu-tamunya siapa saja yang datang bisa termonitor,"
"Dari BRIN, dari UGM semua bisa termonitor," urai Bambang.
BPBD Sleman pun berharap, pemasangan ini bisa menangkap aktivitas anomali atau perubahan termal sekecil apapun.