Pasutri Disambar Petir saat Garap Sawah, Sang Suami Tewas
Pasangan suami istri, Iskandar (56) dan istrinya Ladiarti yang tengah menggarap lahan sawah tersambar petir.
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami istri, Iskandar (56) dan istrinya Ladiarti yang tengah menggarap lahan sawah tersambar peti, Rabu (10/6/2026) pukul 15.00 WIB.
- Peristiwa itu terjadi di areal persawahan Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
- Iskandar tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara istrinya selamat.
TRIBUNNEWS.COM, KAYUAGUNG – Pasangan suami istri, Iskandar (56) dan istrinya Ladiarti yang tengah menggarap lahan sawah tersambar petir, Rabu (10/6/2026) pukul 15.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi di areal persawahan Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Iskandar tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara istrinya selamat.
Baca juga: Detik-Detik Nelayan Takengon Amer Mahdi Tewas Disambar Petir di Danau Lut Tawar
Kini sang istri dalam kondisi syok berat.
Kepala Desa Berkat, Juanda mengatakan sejak pagi hari, pasutri ini beraktivitas normal seperti biasa menggarap sawah.
Namun menjelang sore, langit di SP Padang mendadak gelap gulita.
"Sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir langsung mengguyur kawasan persawahan," ujar Juanda kepada wartawan.
Karena posisi mereka berada di tengah hamparan sawah luas dan terbuka, pasangan ini kesulitan mencari tempat berlindung.
"Tidak ada tempat untuk berteduh yang aman di dekat sana. Akhirnya mereka terpaksa tetap berada di lokasi, pasrah sambil menunggu hujan sedikit reda," sambungnya.
Menurutnya, petir sangat kuat tiba-tiba menyambar tepat di area tempat Iskandar dan istrinya berdiri.
"Petir tersebut langsung mengenai bagian leher korban (Iskandar). Sambaran yang sangat fatal itu mengakibatkan korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian," ungkap Kades.
Beruntung, sang istri, Ladiarti, lolos dari maut.
Kendati fisik tak terluka, ia mengalami syok berat dan histeris melihat sang suami sudah tidak bernyawa dalam sekejap mata.
"Warga sekitar yang mendapat kabar duka tersebut langsung berhamburan ke lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah Iskandar ke rumah duka," ujarnya.
Di mata warga, Iskandar bukan sekadar petani biasa, melainkan sosok yang berjiwa sosial tinggi.
"Kami semua merasa sangat kehilangan. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, ramah, dan selalu aktif membantu tetangga atau warga sekitar yang kesusahan," tutur Juanda.
Pantauan di lapangan, rumah duka terus didatangi pelayat yang ingin menyampaikan rasa belasungkawa.
"Insyaallah, jenazah akan dimakamkan pihak keluarga pada esok hari di TPU setempat," ujarnya.
Camat SP Padang, Indra Husin segera bergerak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Indra mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani yang kerap beraktivitas di ruang terbuka.
"Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi. Aktivitas di lahan terbuka seperti sawah memiliki risiko yang sangat tinggi saat hujan disertai petir," tegas Indra.
Ia meminta para petani untuk tidak memaksakan diri bertahan di sawah jika langit sudah mulai mendung atau terdengar suara guntur.
"Kami berharap peristiwa pilu ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jika hujan dan petir mulai datang, segera tinggalkan area terbuka dan cari bangunan atau tempat yang aman. Keselamatan nyawa harus tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.
Penulis: Winando Davinchi
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Petani di OKI Tewas Tersambar Petir di Sawah, Disaksikan Istri yang Kini Syok Berat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tewas-tersambar-petir-OK.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.