Senin, 15 Juni 2026

Debat Panas Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa Semarang, Berujung Walkout

Debat panas Budiman Sudjatmiko dan mahasiswa di Semarang warnai forum Indonesia Emas, berujung walkout peserta.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Forum “Indonesia Emas atau Cemas?” di Semarang memanas saat adu argumen antara Budiman Sudjatmiko dan seorang mahasiswa
  • Kritik keras soal sikap kritis Budiman berujung mahasiswa meninggalkan ruangan. 
  • Budiman menegaskan pengalaman ditahan tak memberi hak mengabaikan etika forum, menekankan pentingnya solusi

TRIBUNNEWS.COM - Forum diskusi bertajuk "Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini" yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, di Kota Semarang, Jumat (12/6/2026), berlangsung panas setelah terjadi adu argumen dengan seorang mahasiswa.

Forum yang digelar Forum KAFKA dan dihadiri mahasiswa serta masyarakat umum itu awalnya berjalan kondusif.

Namun suasana berubah tegang saat sesi tanya jawab dibuka.

Debat Mahasiswa dan Budiman Sudjatmiko Panas

Seorang mahasiswa yang mengaku pernah ditangkap dalam aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang dan menjalani hukuman tiga bulan, berdiri dan menyampaikan kritik keras terhadap pandangan Budiman mengenai kondisi Indonesia saat ini.

"Saya ditangkap pas May Day di Semarang. Saya dipenjara tiga bulan lamanya. Dalam sejarah aktivisme mahasiswa Indonesia, ribuan mahasiswa ditangkap. Saya kira Bapak hanya suram mendengar hal-hal tersebut," katanya.

Mahasiswa tersebut kemudian melontarkan kritik yang semakin tajam dan menilai Budiman telah kehilangan sikap kritisnya terhadap pemerintah.

"Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini," katanya.

Ia juga menyebut argumentasi Budiman mengandung kekeliruan logika.

"Saya hanya ingin mengkritisi argumen Bapak yang sangat cacat, logical fallacy, buta terhadap pemikiran mahasiswa. Jangan berbicara soal keidealan negara kalau tidak pernah memikirkan solusi yang menyentuh akar persoalan rakyat," tegasnya sebelum meninggalkan ruangan.

Saat mahasiswa tersebut hendak keluar, Budiman sempat meminta agar ia tetap mengikuti diskusi.

"Enggak perlu mengatur saya sebagai rakyat Indonesia, Pak," balas mahasiswa itu.

Budiman kemudian menegaskan bahwa pengalaman ditahan tidak membuat seseorang berhak mengabaikan etika forum.

"Percaya, tiga bulan ditahan tidak memberikan Anda hak untuk tidak menghormati forum. Anda tidak lebih hebat dari mereka yang hadir di sini," kata Budiman.

Berujung Walkout

Setelah mahasiswa tersebut keluar, Budiman melanjutkan tanggapannya dan menyebut kritik tersebut lebih banyak didorong pengalaman personal.

"Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban? Apa kontribusinya bagi membangun kecerdasan kolektif kita?" ujarnya.

Ia juga membandingkan pengalaman mahasiswa tersebut dengan dirinya yang pernah dipenjara 13 tahun.

"Saya pernah di penjara 13 tahun. Saya tidak merasa lebih hebat dari teman-teman. Saya tidak merasa pengalaman itu membuat saya paling benar," katanya.

Budiman menegaskan bahwa kritik tetap penting, namun harus disertai gagasan dan solusi.

"Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar," tegasnya.

Perdebatan tersebut menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam forum yang membahas arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 itu. Sejumlah peserta terlihat menyimak adu argumen antara mahasiswa dan mantan aktivis 1998 tersebut.

Baca juga: Gerakan Senyap Dari Rakyat untuk Rakyat, Banjir Makanan saat Demo Mahasiswa, Zaskia Mecca Terharu

Budiman Sudjatmiko Tegaskan Program Prabowo Bukan Sekadar Kebijakan Baru

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa sejumlah program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dipandang hanya sebagai kebijakan baru semata.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bagian dari perubahan paradigma pembangunan nasional yang bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Budiman usai menghadiri Dialog Kritis bertajuk “Menuju Indonesia Emas atau Cemas? Membaca Kinerja Pemerintah dan Arah Masa Depan Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (12/6/2026).

Untuk diketahui, Budiman Sudjatmiko merupakan salah satu tokoh sentral gerakan mahasiswa 1998 yang kala itu menentang rezim Orde Baru.

Ia juga dikenal sebagai pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang membuatnya sempat ditangkap dan divonis 13 tahun penjara, sebelum akhirnya dibebaskan setelah runtuhnya pemerintahan Presiden Soeharto.

Dalam forum yang dihadiri akademisi dan mahasiswa tersebut, Budiman menjelaskan bahwa program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai instrumen pembangunan jangka panjang, bukan sekadar program bantuan pemerintah.

“Kalau kita menganggap pemerintahan Pak Prabowo hanya membawa program baru, itu kurang tepat. MBG, koperasi rakyat memang program baru, tetapi program-program itu harus diletakkan dalam rangka paradigma baru,” katanya.

Budiman menjelaskan, selama bertahun-tahun Indonesia cenderung berperan sebagai pemasok bahan baku dalam rantai ekonomi global. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diubah melalui industrialisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar Indonesia mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Ia menegaskan, pembangunan nasional tidak bisa terus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam semata. Karena itu, pemerintah menempatkan sektor pendidikan, gizi, dan pengembangan generasi muda sebagai prioritas utama melalui berbagai program yang menyasar kelompok masyarakat rentan dan keluarga kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Budiman juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibinong yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ada anak tukang becak, anak pemulung, bahkan ada yang empat tahun putus sekolah. Mereka sekarang mendapatkan sekolah berasrama dengan fasilitas yang baik. Ini bentuk keberpihakan kepada masyarakat miskin,” ujarnya.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan bagi kelompok miskin merupakan kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia.

Selain isu pendidikan dan pengentasan kemiskinan, Budiman juga menyinggung tantangan ekonomi global yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas impor.

Menurutnya, pemerintah terus mencari langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi internasional, termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Salah satu kebijakan yang tengah dibahas adalah pemberian subsidi kedelai untuk membantu perajin tahu dan tempe serta menjaga daya beli masyarakat.

“Pemerintah terus mencari solusi agar beban masyarakat tidak semakin berat. Salah satu yang sedang dibahas adalah subsidi kedelai agar perajin kecil dan masyarakat tidak terlalu terdampak kenaikan harga akibat dolar,” katanya.

Menanggapi kritik mahasiswa dalam forum tersebut, Budiman menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan harus dihargai.

“Saya tidak pernah mengatakan kritik itu salah. Kritik mereka valid, kritik mereka legitimate. Yang ingin saya jelaskan adalah apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki metode dan strategi pembangunan, bukan menolak tujuan besar yang ingin dicapai negara.

Budiman juga menyebut pemerintah saat ini tengah menjalankan lima agenda utama pembangunan nasional, mulai dari penguatan posisi Indonesia di tingkat global, menjaga persatuan, percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengurangan kebocoran anggaran negara.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk tetap menyampaikan kritik secara terbuka namun bertanggung jawab.

“Pidato keras tidak masalah, kritik keras juga tidak masalah. Tapi jangan menghina orang dan jangan merusak fasilitas umum. Kritik harus menjadi bagian dari upaya memperbaiki bangsa,” tegasnya.

Profil Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko dikenal sebagai salah satu tokoh politik dan aktivis Indonesia yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pergerakan, politik, hingga pemerintahan.

Lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Maret 1970, Budiman saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak 22 Oktober 2024.

Dalam karier politiknya, Budiman pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019 dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII.

Sebelum terjun ke politik formal, Budiman dikenal sebagai aktivis reformasi yang mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996. Aktivitasnya di gerakan mahasiswa membuatnya menjadi salah satu tokoh yang menentang rezim Orde Baru.

Akibat keterlibatannya dalam aktivitas politik saat itu, Budiman sempat ditangkap dan divonis 13 tahun penjara terkait tuduhan peristiwa 27 Juli 1996, namun ia hanya menjalani masa hukuman sekitar 3,5 tahun sebelum mendapatkan amnesti pada masa Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999.

Selepas bebas, ia kembali ke dunia politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2004, serta mendirikan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) sebagai sayap partai.

Selain di legislatif, Budiman juga aktif dalam berbagai agenda kebijakan, termasuk keterlibatannya dalam pembahasan Undang-Undang Desa yang menjadi salah satu regulasi penting bagi pembangunan desa di Indonesia.

Di tingkat pendidikan, Budiman pernah menempuh studi di Universitas Gadjah Mada, meski tidak selesai karena aktivitas aktivisme. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SOAS University of London dan Universitas Cambridge, Inggris.

Dalam perjalanan kariernya, Budiman juga sempat menjabat sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V sebelum akhirnya mundur pada 2023, seiring keterlibatannya dalam tim kampanye Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.

Namun langkah politiknya menuai kontroversi ketika pada 2023 ia resmi diberhentikan dari PDI Perjuangan setelah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Selain dunia politik, Budiman juga dikenal aktif menulis buku berjudul Anak-Anak Revolusi yang menceritakan perjalanan hidup dan aktivitasnya sebagai aktivis era Orde Baru.

Kini, sebagai Kepala BP Taskin, Budiman menyebut berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari perubahan paradigma pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Perjalanan panjang Budiman Sudjatmiko menjadikannya salah satu figur yang menonjol dalam dinamika politik Indonesia, dari aktivis jalanan era reformasi hingga pejabat di lingkar pemerintahan saat ini.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Diskusi Indonesia Emas Memanas di Semarang, Budiman Sudjatmiko Kena Semprot Mahasiswa

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Pentolan Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko Minta Mahasiswa Pahami Cita-cita Besar Prabowo Subianto

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved