Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Update Demo Mahasiswa Siang Ini: Beredar Poster Jemput Walkot Tasikmalaya, Rantis Jaga DPRD Kalsel
Demo mahasiswa menolak kenaikan BBM meluas di sejumlah daerah, menuntut pembatalan kebijakan dan dialog dengan pemerintah.
Ringkasan Berita:
- Gelombang demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM non-subsidi terjadi di berbagai daerah sejak pemerintah menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 pada 10 Juni 2026.
- Di Tasikmalaya, massa aksi TASIKUSIK Vol.2 berencana menggelar demonstrasi dan menjemput Wali Kota serta Ketua DPRD untuk ikut menyuarakan tuntutan penurunan harga BBM dan penguatan nilai tukar rupiah.
- Di Kalimantan Selatan.
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bermunculan di sejumlah daerah di Indonesia.
Aksi tersebut dipicu keputusan pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mahasiswa sudah menggelar demo beberapa jam sejak harga BBM dinaikan.
Aksi kemudian berlanjut pada Jumat (12/6/2026), siang, mahasiswa Universitas Indonesia melakukan demo di dekat kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Gelombang demo terus berlanjut hingga hari, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan pantauan dari jaringan Tribun Network, demo siang hari ini akan terjadi di sejumlah wilayah.
Baca juga: Demo Mahasiswa 15 Juni, Aktivis 98 Sebut Gerakan Harus Tawarkan Solusi Alternatif
Demo Tasikmalaya: Beredar Poster Jemput Wali Kota
Beredar di media sosial poster seruan aksi yang mengatasnamakan mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.
Demo direncanakan akan dimulai pukul 13.00 WIB.
Massa akan berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura untuk kemudian menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.
Jika diukur lewat aplikasi Google Maps, jarak kedua lokasi ini sejauh 4,7 kilometer, yang dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor sekitar 15 menit.
Aksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.
Massa berencana membawa kedua tokoh tersebut untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.
Perlu diketahui, mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat sudah menggelar demo pertama pada Jumat (12/6/2026) kemarin.
Pada aksi pertama, diikuti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tasik Raya, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Demo berlangsung pada 14.15 WIB hingga 18.10 WIB.
Korlap aksi Encep Gunawan pada Jumat kemarin memastikan, akan terus melakukan aksi hingga tuntutan dipenuhi.
Mereka meminta pemerintah menurunkan harga bbm dan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Kita akan terus mengawal pernyataan sikap tersebut untuk disampaikan ke pihak DPR RI, agar bisa menjadi kebijakan dan bisa menyelaraskan situasi di daerah," ucap Encep, dikutip dari Tribunpriangan.com.
"Banyak keputusan pemerintah yang timpang terhadap masyarakat. Bahkan kondisi di daerah jelas terasa tidak hanya kenaikan BBM, tapi dampaknya sembako ikut naik," lanjutnya.
Baca juga: Demo di Empat Lokasi Jakarta Hari Ini, Polisi Terapkan Pengamanan Humanis
Rantis Polisi Jaga DPRD Kalsel
Suasana depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 18, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tampak berbeda pada Senin (15/6/2026) siang.
Kendaraan milik polisi berupa kendaraan taktis atau bus tampak berada terparkir.
Berdasarkan pantauan wartawan Tribunbanjarmasin.com, kendaraan tersebut berada di area belakang, tepatnya di Jalan MT Haryono.
Personil dari Polres Tanah Laut, Polres Banjarbaru, hingga Polres Banjar sudah sudah mulai bersiap.
Mereka akan ditugaskan mengamankan demo yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan.
Massa aksi berjumlah sekitar 500 orang ini awalnya berkumpul di kawasan Siring Patung Bekantan.
Mereka akan menempuh jarak 2,8 kilometer sebelum menggelar aksi depan Gedung DPRD Kalsel.
“Ada sekitar 500 massa dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang bakal turun ke jalan,” kata Koordinator Pusat BEM se-Kalsel, M Irfan Naufal, dikutip dari Tribunbanjarmasin.com.
Irfan dalam kesempatannya juga meminta wakil rakyat untuk menemui massa untuk berdialog.
“Kami ingin tuntutan yang dibawa mahasiswa dapat didengar langsung oleh para pengambil kebijakan. Karena itu kami meminta Ketua DPRD Kalsel dan anggota DPR RI dapil Kalsel hadir dan berdialog,” katanya.
Baca juga: Aksi Demo Serentak Hari Ini, Pengamat: Ini Peringatan bagi Pemerintah agar Berefleksi
Ada 4 Tuntutan
Mahasiswa membawa empat tuntutan utama.
Pertama, mendesak pemerintah menghentikan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Merah Putih (KMP).
Kedua, meminta pemerintah pusat membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Tuntutan ketiga adalah penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri.
Sementara tuntutan keempat, mahasiswa meminta pemerintah pusat dan daerah lebih memprioritaskan kesejahteraan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
(Tribunnews.com/Endra)(Tribunpriangan.com/Jaenal Abidin)(BanjarmasinPost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.