Kebakaran

Kebakaran penting untuk ditangani sesuai penyebabnya. Salah satu teori yang menjelaskan proses terjadinya api atau kebakaran adalah teori segitiga api

Kebakaran
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Ilustrasi. Puluhan rumah di perumahan Asrama Korem Kebun Lada Binjai diselimuti kobaran api, Senin (1/7/2019) sekitar pukul 20.30 WIB 

TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran tidak bisa dipisahkan dari api.

Api tidak muncul dengan sendirinya melainkan terjadi karena suatu reaksi kimia.

Salah satu teori yang menjelaskan proses terjadinya api atau kebakaran adalah teori segitiga api.

Segitiga api merupakan istilah yang digunakan pada rumus terjadinya proses pembakaran.

Terjadinya api, membutuhkan tiga hal, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas.

Bahan bakar yang dimaksud di sini merupakan bahan yang mudah bereaksi dengan reaksi pembakaran.

Bahan bakar pemicu api bisa berupa beberapa zat padat, seperti kertas, sampah kering, kayu dan kain.

Zat cair, seperti minyak tanah, bensin, spirtus, dan alkohol serta zat gas, seperti karbit, LPG atau LNG.

Beberapa contoh tersebut merupakan bahan yang harus dijauhkan dari sumber api karena sifatnya yang mudah menyebabkan kebakaran.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved