Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada pada satu garis yang sama.

Gerhana Matahari Sebagian
TRIBUN JABAR/Bukbis Candra Ismet Bey
Fase gerhana matahari sebagian dilihat dari kawasan Gunung Batu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/3/2016). Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang dilintasi fenomena Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Sebagian 86,91 persen hingga 98,12 persen di berbagai wilayah di Indonesia. TRIBUN JABAR/Bukbis Candra Ismet Bey 

TRIBUNNEWS.COM - Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada pada satu garis yang sama.

Hal ini dapat terjadi ketika sinar Matahari pada pagi, siang, dan sore terhalang oleh Bulan.

Namun ketika Gerhana Matahari terjadi tidak semua permukaan Bumi menjadi gelap, hal ini karena ukuran Bulan lebih kecil daripada ukuran Bumi, sehingga hanya sebagian permukaan Bumi saja yang gelap.

Baca: Detik-detik Soekarno Wafat, Ucapkan 1 Kata, Bung Karno Tak Mampu Tuntaskan Kalimat Terakhir

Baca: Respon Elma Theana Pada Pengakuan Barbie Kumalasari Berusaha Minta Maaf ke Fairuz A Rafiq

Bulan dapat melindungi cahaya Matahari sepenuhnya walaupun ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari, hal ini dikarenakan jarak bulan lebih dekat ke Bumi yaitu 348.400 km dibandingkan Matahari yang berjarak 149.680.000 km.

Terjadinya Gerhana Matahari harus memiliki satu syarat lagi selain posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama, yakni Bulan harus berada dekat satu di antara simpul orbitnya. 

Proses terjadinya Gerhana Matahari.
Proses terjadinya Gerhana Matahari. (Capture Youtube Halo Edukasi)

BACA SELENGKAPNYA>>>

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved