Heboh Tanaman Dayak Berkhasiat Basmi Kanker, Bagaimana Selanjutnya Menyelamatkan Akar Bajakah?

Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan para peneliti untuk menyikapi hebohnya penemuan siswi SMA 2 Palangkaraya akan khasiat akar bajakah?

Heboh Tanaman Dayak Berkhasiat Basmi Kanker, Bagaimana Selanjutnya Menyelamatkan Akar Bajakah?
Kompas TV
Presenter Kompas TV Aiman Wicaksono meminum tetesan air kayu bajakah, penyembuh kanker. 

Sebab, kondisi ibu Daldin saat itu sangat memprihatinkan.

"Bisa digambarkan bagaimana kondisinya," tanya Aiman.

"Saya melihat sendiri ibu saya, dia (Ibu Daldi,red) punya susu sudah bernanah," kata Daldin kepada Aiman dalam wawancaranya secara ekslusif.

Menurut Daldin, ayahnya yang pertamakali membawakan obat tersebut kepada ibunya.

Namun, ia mengaku tidak tahu asal mula ayahnya bisa membawakan tanaman tersebut hingga menjadi ramuan obat yang cukup mujarab.

"saya engga tahu, karena waktu itu saya masih kecil," ungkapnya.

Daldin mengatakan, tanaman Bajakah yang dibawa ayahnya itu direbus lalu airnya diminumkan kepada sang ibu.

"Dua minggu bereaksi, satu bulan sembuh total," kata Daldin.

"Bagaimana kondisi ibu sekarang? tanya Aiman.

"Alhamdulillah, ibu saya saat ini masih sehat," imbuhnya.

Program siaran Aiman Kompas TV edisi Siswa Juara Dunia Penyembuh Kanker.
Program siaran Aiman Kompas TV edisi Siswa Juara Dunia Penyembuh Kanker. (KOMPAS TV)

Sempat Dianggap Tanaman Mistis
empat dianggap tanaman mistis dan hanya tumbuh di hutan Kalimantan, tanaman Bajakah yang sejak dulu dipakai sebagai ramuan obat Suku Dayak di Kalteng, ternyata akarnya ampuh sebagai penyembuh kanker.

Ya, akar bajakah dianggap ampuh obati peyakit mematikan seperti kanke.

Nama tanaman ini sontak menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir setelah diketahui tiga orang siswa SMA asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang meraih medali emas di Korea Selatan berkat penelitiannya terkait tanaman Bajakah.

Berdasarkan temuan kedua siswi itu, tanaman Bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker.

Saat ini, pengobatan kanker masih dilakukan melalui kemoterapi atau operasi untuk membuang sel kanker yang menggerogoti tubuh.

Penemuan tersebut berawal sejak 2018 saat tiga orang siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya melakukan penelitan terhadap tumbuhan Bajakah.

Awalnya, Bajakah diolah secara sederhana hingga dilakukan uji laboratorium resmi terhadap kandungan Bajakah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Mei 2019.

Hasilya, akar Bajakah terbukti mengandung antioksidan yang berlimpah dan bisa menjadi penyembuh kanker.

Ekslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker.(KOMPAS TV)
Ekslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker.(KOMPAS TV) (youtube kompastv)

Seperti Ini Bentuknya
Sebenarnya, tumbuhan apakah Bajakah itu?
Melalui tayangan "AIMAN" yang disiarkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam, dielaborasi lebih jauh proses penelitian para siswi ini dan tanaman Bajakah.

Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak.

Guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja SMA 2 Palangkaraya, Herlina mengatakan, belum pernah ada penelitian ilmiah terhadap Bajakah.
Hingga muncul anggapan dari masyarakat setempat yang mengindentikkan tanaman Bajakah dengan hal berbau mistis.

Sekilas, tanaman Bajakah memiliki bentuk yang sama dengan tanaman pada umumnya.

"Tanaman ini selalu diidentifikasi dengan mistik. Namun, berdasarkan hasil laboratorium yang kami uji, kandungan dalam tanaman ini memang dapat menyembuhkan kanker," kata Herlina dalam dari tayangan AIMAN, Rabu (13/8/2019) pagi.

Setelah pengujian laboratorium, tanaman Bajakah terbukti mengandung 40 macam zat penyembuh kanker di antaranya saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid dan terpenoid.

Konon, tanaman ini hanya ada di Kalimantan Tengah dan tumbuh dalam jumlah terbatas.

Herlina mengatakan, tanaman ini kemungkinan besar tidak bisa dibudidayakan karena kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang tumbuh di habitat aslinya.

Artikel ini sebagian tayang di di tribunnewsbogor.com dengan judul Cerita Keluarga Penderita Kanker Stadium 4 Sembuh Setelah Minum Tanaman Bajakah, Aiman Sampai Kaget,

dan di Kompas.com dengan judul "Bajakah untuk Obat Kanker, Apa yang Harus Dilakukan Usai Kehebohannya?", 

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved