Siswa Penemunya Tunda Datangi Undangan ke Turki, Akar Bajakah sebagai Obat Kanker Akan Dipatenkan

Khasiat akar bajakah, tanaman khas Kalteng telah membuat heboh setelah hasil karya ilmiah pelajar SMAN 2 Palangkaraya mendunia. Ini kabar barunya.

Siswa Penemunya Tunda Datangi Undangan ke Turki, Akar Bajakah sebagai Obat Kanker Akan Dipatenkan
IST
Tanaman bajakah yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Khasiat akar bajakah, tanaman khas Kalimantan Tengah telah membuat heboh setelah hasil karya ilmiah pelajar SMAN 2 Palangkaraya mendunia.

Ada kabar terbaru dari penemuan viral ini lo.

Apa kabar tiga penelitinya Yazid Rafli Akbar Anggina Rafitri dan Aysa Aurcalya Maharanisetelah hasil penelitian mereka viral?

Menurut mereka setelah berita tentang ramuan pembunuh sel Kanker dan Tumor tersebut merebak di media, mereka diundang ke Turki untuk memaparkan temuan akar Bajakah tersebut.

"Ya, setelah kami memenangkan karya ilmiah yang saat ini mendunia kabarnya, banyak yang ingin kami memaparkan soal itu termasuk dari Turki yang mengundang kami untuk datang ke sana memaparkan hasil temuan akar tanaman bajakah tersebut," ujarnya Anggina.

Apakah ketiga pelajar ini akan memenuhi undangan tersebut?

Baca: Heboh Tanaman Dayak Berkhasiat Basmi Kanker, Bagaimana Selanjutnya Menyelamatkan Akar Bajakah?

Baca: Konser LANY di Jakarta Dibatalkan dan Baru Digelar Hari Ini. Bagaimana Cara Refund Tiketnya?

Siswa dan siswi SMAN 2 Palangkaraya penemu ramuan tradisional khas dayak Kalteng berupa akar pohon bajakah saat bertemu Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, Selasa (13/8/2019) malam.
Siswa dan siswi SMAN 2 Palangkaraya penemu ramuan tradisional khas dayak Kalteng berupa akar pohon bajakah saat bertemu Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, Selasa (13/8/2019) malam. (humas pemprov kalteng)

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang mendengar kabar ini menyarankan agar menunda memenuhi undangan itu.

"Mereka diminta datang ke Turki untuk paparan soal temuan itu, saya minta jangan dipenuhi dulu, karena obat kanker dan tumor belum ada dan ternyata ada di hutan Kalteng," ujarnya.

Pemprov Kalteng Akan Patenkan Akar Bajakah

Ternyata ada alasan mengapa Gubernu Kalteng melarang tiga siswa menunda hadiri undangan ke Turki.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved