Pria Mengkloning Kucingnya yang Telah Mati karena Terlalu Sayang, Kini Senang Bisa Bersama Lagi

Pria Mengkloning Kucingnya yang Telah Mati karena Terlalu Sayang, Kini Senang Bisa Bersama Lagi

Pria Mengkloning Kucingnya yang Telah Mati karena Terlalu Sayang, Kini Senang Bisa Bersama Lagi
Sinogene Biotechnology
Pria Mengkloning Kucingnya yang Telah Mati karena Terlalu Sayang, Kini Senang Bisa Bersama Lagi 

Pria Mengkloning Kucingnya yang Telah Mati karena Terlalu Sayang, Kini Senang Bisa Bersama Lagi

TRIBUNNEWS.COM - Kehilangan hewan peliharaan mungkin sama menyedihkannya dengan kehilangan anggota keluarga.

Apalagi jika kita membesarkan hewan peliharaan dari kecil dan sudah dianggap seperti anak sendiri.

Anjing atau kucing bisa hidup sampai 14 tahun.

Namun seringkali, mereka pergi lebih cepat.

Bagi seorang pebisnis 22 tahun asal China ini, kehilangan kucing kesayangan merupakan hal yang amat menyakitkan.

Baca: BERITA POPULER: Pria Ini Selalu Diikuti Burung Gagak Selama 3 Tahun, Ada Kesalahpahaman yang Terjadi

Baca: 6 Orang Saksi Diperiksa Atas Kasus ART Tewas Diterkam Anjing, Bima Aryo Kemungkinan Tak Dipanggil

Diberitakan Straits Times, pebisnis bernama Huang Yu ini kehilangan kucing British Shorthair-nya yang bernama Garlic.

Garlic asli
Garlic asli (Sinogene Biotechnology)
Huang Yu
Huang Yu (Screenshot Facebook South China Morning Post)

Seperti yang dilakukan orang pada umumnya, Huang Yu segera mengubur Garlic ketika kucingnya itu tak lagi bernyawa.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved