Gerhana Matahari Cincin

Setelah Gerhana Matahari Cincin, Indonesia Kembali akan Disambangi Gerhana Matahari Total

Sementara, daerah Indonesia lain yang tidak dilintasi fenomena GMT, hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Setelah Gerhana Matahari Cincin, Indonesia Kembali akan Disambangi Gerhana Matahari Total
youtube
Gerhana matahari total dilihat dari Pantai Terentang, Kabupaten Bangka pada 2016 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Fenomena alam gerhana matahari cincin (GMC) yang baru melintasi Indonesia pada Kamis (26/12/2019) kemarin, menjadi gerhana ke-5 yang terjadi sepanjang tahun ini.

Fenomena gerhana matahari selanjutnya akan terjadi 4 tahun mendatang.

Pada 2023, diprediksi akan terjadi gerhana matahari total (GMT) dan kembali akan terjadi pula di Indonesia.

Kepala Sub Bidang Analisis Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Suaidi Ahadi mengatakan, GMT akan melintasi wilayah timur Indonesia.

"Tepatnya tanggal 20 April 2023, (gerhana matahari total) melintasi Selat Bintuni dan Biak," kata Suaidi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/12/2019)

Sementara, daerah Indonesia lain yang tidak dilintasi fenomena GMT, hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Menurut Suaidi, peristiwa astronomi GMT pernah melintasi Indonesia pada 9 Maret 2016.

"Bulan Maret 2016 (GMT) melintasi Jawa bagian barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Palu, berakhir di Ternate," ujar dia.

Gerhana matahari total

Gerhana matahari total (GMT) merupakan peristiwa alam yang terjadi saat kedudukan Matahari, Bulan, dan Bumi pada satu garis lurus.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved