Menristek: Butuh Swasta Danai Produksi dan Komersialisasi Inovasi Science Techno Park

Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya peran swasta dalam mendukung pengembangan teknologi nasional.

Menristek: Butuh Swasta Danai Produksi dan Komersialisasi Inovasi Science Techno Park
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya peran swasta dalam mendukung pengembangan teknologi nasional.

Hal ini mengacu pada pendanaan serta komersialisasi produk hasil inovasi para peneliti tanah air.

Karena ia menilai bahwa selain membangun Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) (PUI) dan Science Techno Park (STP), hal yang sangat penting adalah mencari pihak yang bisa membantu terealisasinya STP.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset dan teknologi serta lingkungan hidup.

Baca: Soal Green Fuel, Menristek Beberkan Potensi Riset dan Inovasinya Di Hadapan Komisi VII

"Selain PUI dan STP, swasta harus makin terlibat di STP-nya supaya peneliti dapat partner yang tepat untuk mendanai dan mengkomersilkan produknya," ujar Bambang, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020) sore.

Bambang pun menyebutkan salah satu komoditas yang bisa dikembangkan riset dan inovasinya, yakni minyak kayu putih di Maluku.

Baca: Menristek Bambang Brodjonegoro Puji Kiprah IPB University dalam Pembangunan Bangsa

Ia membeberkan bahwa saat ini pemerintah memang tengah menawarkan kepada pihak swasta yang tertarik untuk mendanai produksi dan komersialisasinya.

Mantan Menteri PPN/Bappenas ini pun menegaskan, hilirisasi terkait komoditas ini akan tetap difokuskan di daerah tersebut.

"Untuk minyak kayu putih di Maluku, saat ini kita sedang mencari partner swastanya untuk produsen dan komersilnya. Jangan khawatir, hilirisasinya akan ada di Maluku juga," kata Bambang.

Baca: Menristek: Modifikasi Cuaca Cegah Hujan Lebat Dilakukan Sesuai Permintaan BNPB

Hilirisasi ini dimaksudkan untuk memperoleh nilai tambah terkait produk bahan mentah, memperkuat struktur industri hingga menyediakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved