Teknologi NanoeTM X Hambat Virus Corona Menggunakan Radikal Hidroksil yang Terkandung dalam Air

PT Panasonic Gobel Indonesia mengumumkan tentang kerjasama Panasonic dengan organisasi penelitian kontrak global Texcell.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
Ist
Panasonic. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  PT Panasonic Gobel Indonesia mengumumkan tentang kerjasama Panasonic dengan organisasi penelitian kontrak global Texcell.

Texcell adalah organisasi penelitian kontrak global yang berspesialisasi dalam pengujian virus, pembersihan virus, profil imun dan R&D atau perbankan sel GMP, untuk proyek Litbang, GClP, GLP, dan GMP.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan berakar dalam Institut Pasteur di Paris, Texcell memiliki keahlian yang diakui sejak lama dalam pengujian virus dengan berbagai protokol untuk mendeteksi agen adventif.

Texcell adalah spin-off pertama dari Institut Pasteur Paris yang dibuat pada tahun 1997. 

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia dengan 175.095 Kasus

Texcell telah memverifikasi efek penghambatan nanoe™️ X, teknologi dengan manfaat Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air terhadap virus corona baru (SARS-CoV-2).

Nanoe™️ X adalah ion murni untuk menghasilkan "partikel air berukuran nano" yang dikembangkan oleh Panasonic Corporation.

Baca juga: Alat Deteksi GeNose Segera Diterapkan, Pakar: Kita Boleh Optimistis Tapi Juga Harus Realistis

Teknologi nanoe™️ X merupakan sistem pemurni udara revolusioner penghasil "partikel air berukuran nano" yang dikembangkan oleh Panasonic.

Teknologi ini merupakan teknologi atomisasi elektrostatis yang mengumpulkan kelembapan di udara dan menerapkan tegangan tinggi ke partikel nano tersebut untuk menghasilkan "Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air".

Faktor yang menentukan adalah keberadaan Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air, di dalam nanoe™️ X yang memiliki sifat oksidatif dan reaktif.

Baca juga: Bos Sido Muncul Dukung Vaksin Mandiri dan Kehadiran GeNose

Panasonic telah melakukan penelitian tentang teknologi ini selama 20 tahun terakhir sejak 1997, dan telah memverifikasi keberhasilannya di berbagai bidang, termasuk menghambat mikroorganisme patogen (bakteri, jamur, dan virus) dan alergen, memecah komponen PM 2.5 yang berdampak buruk pada tubuh manusia.

Pada tahun 2012, Panasonic melakukan uji pembersihan virus bersama organisasi pihak ketiga menyatakan keefektifan pada setiap 4 kategori dalam hal karakteristik biologis.

Berdasarkan hasil uji tersebut, Panasonic mengumumkan bahwa teknologi "Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air" diharapkan memiliki efek penghambatan pada virus-virus baru.

Baca juga: Epidemiolog Nilai Penggunaan GeNose sebagai Alat Deteksi Covid-19 Buru-buru

Pada 26 Januari 2012, efek penekanan virus dari partikel air yang diisi telah diverifikasi oleh uji pembersihan virus.

Diverifikasi bersama dengan Charles River Biopharmaceutical Services GmbH, sebuah organisasi pengujian yang berada di Jerman.

Tomonobu Otsu, President Director PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) sendiri yang saat ini menjadi pandemi global adalah salah satu jenis virus baru yang telah diuji di Texcell.

Hasil uji tersebut mengkonfirmasi bahwa, nanoe™️ X memiliki efek penghambatan pada Novel Coronavirus.

Pengujian ini dilakukan di lingkungan laboratorium secara tertutup, dan belum dicoba keefektifannya pada tempat terbuka.

“Panasonic akan terus berupaya untuk mengembangkan potensi dari teknologi nanoe™️ X untuk mengatasi kemungkinan risiko yang terkait dengan polusi udara seperti mikroorganisme patogen baru, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang sehat bagi orang-orang di seluruh dunia demi kehidupan yang lebih baik sesuai tagline Panasonic A Better Life’ A Better World," ujar Tomonobu Otsu dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved