Rusia Tangguhkan Kerjasama ISS dengan NASA dan ESA Setelah Kena Sanksi Barat

Rusia secara resmi menangguhkan kerja sama ISS dengan NASA dan ESA setelah negara Barat menjatuhkan sanksi ke Rusia.

Alexey NIKOLSKY/SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) Dmitry Rogozin (kiri) berbincang dengan direktur perusahaan mesin roket Rusia NPO Energomash, Igor Arbuzov di Khimki, tidak jauh dari Moscow, 12 April 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Rusia secara resmi menangguhkan kerja sama ISS dengan NASA dan ESA. Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dimitry Rogozin telah mengisyaratkan akan mengakhiri kerja sama mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

"Pemulihan hubungan normal antara mitra di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan proyek bersama lainnya hanya mungkin dilakukan dengan pencabutan sanksi ilegal secara lengkap dan tanpa syarat," kata Rogozin dalam pengumuman resminya di Twitter dan dikutip Techtimes.com, Senin (4/4/2022)

Sebelum Rogozin mengumumkan keputusan ini, dia terlebih dahulu mengirim surat kepada mitra antariksanya, meminta mereka untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia.

Meskipun NASA dan mitra Roscosmos lainnya menanggapi permintaan Rogozin, pencabutan sanksi tidak termasuk untuk penjualan mesin roket Rusia.

Dimitry menjelaskan, pembatasan itu mempengaruhi industri roket dan luar angkasa negaranya.

Selain itu, pejabat badan antariksa Rusia menambahkan sanksi yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain membuat Rusia putus asa karena mempengaruhi ekonomi Rusia.

Rogozin mengatakan, NASA, CSA, dan ESA telah mengirimkan tanggapan mereka atas permintaan pencabutan sanksi. Dimitry bahkan melihat semua surat yang dikirim oleh mitra Roscosmos adalah salinan karbon satu sama lain.

Dalam suratnya, NASA mengatakan AS akan terus mendukung kerja sama antariksa Rusia, Kanada, Jepang, dan Eropa di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

NASA menambahkan mereka akan bekerja dengan lembaga dan departemen federal AS yang relevan untuk mempertahankan kerja sama yang sedang berlangsung.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved