Besok Terjadi Gerhana Matahari di Sejumlah Wilayah di Dunia, Tak Bisa Diamati di Indonesia

Fenomena ini hanya beberapa wilayah atau negara di dunia saja yang bisa menyaksikan fenomena Gerhana Matahari sebagian ini secara langsung.

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ilustrasi: Fenomena gerhana matahari sebagian tampak di langit Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (21/6/2020). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak semua wilayah di tanah air bisa menyaksikan gerhana matahari cincin sebagai gerhana matahari sebagian tersebut. Gerhana matahari ini hanya melewati 432 kota dan kabupaten yang ada di 31 provinsi di Indonesia. Gerhana paling awal bisa disaksikan di Sabang, Aceh, pada pukul 13.16 WIB, sedangkan kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir yakni Kepanjen, Jawa Timur, pada pukul 15.19 WIB. Tribun Pekanbaru/Theo Rizky 

TRIBUNNEWS.COM -- Fenomena alam gerhana matahari akan terjadi pertama kali tahun ini pada 30 April 2022.

Meski demikian di Indonesia dipastikan tahun ini masyarakat tidak bisa menikmati kejadian tersebut.

Fenomena ini hanya beberapa wilayah atau negara di dunia saja yang bisa menyaksikan fenomena Gerhana Matahari sebagian ini secara langsung.

Adapun wilayah yang bisa melihat fenomena gerhana matahari tersebut antara lain Antartika, ujung selatan Amerika Selatan, lautan Pasifik serta Samudera Atlantik.

Baca juga: Mengenal Jenis Gerhana Matahari Total, Cincin, dan Sebagian, serta Gerhana Bulan Total dan Penumbra

Untuk diketahui, Gerhana Matahari terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada di garis sejajar. Kemudian, bayangan Bulan jatuh di Bumi dan menutupi Matahari.

Disebut dengan Gerhana Matahari Total jika bayangan Bulan menutupi Matahari dengan sempurna.

Sebaliknya, bila bayangan Bulan hanya menutup sebagian Matahari, fenomena ini dinamai Gerhana Matahari Sebagian.

Dilansir dari Space, Jumat (22/4/2022), gerhana matahari 2022 adalah gerhana pertama tahun ini yang akan terjadi pada 30 April nanti dan merupakan Gerhana Matahari sebagian.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan Gerhana Matahari akan menutup sekitar 64 persen piringan Matahari.

Baca juga: 10 Fenomena Astronomis yang Wajib Disaksikan Tahun 2022: Bulan Purnama Super dan Gerhana Bulan Total

Peristiwa itu dimulai di Pasifik Tenggara di dekat pantai Antartika pada pukul 18:45 UTC, di selatan ujung selatan Amerika Selatan pada 20:41 UTC.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved