Rabu, 27 Mei 2026

Apa Itu Fenomena Cold Moon? Bulan Purnama Terakhir Tahun 2025

Mengenal apa itu fenomena Cold Moon, bulan purnama yang terjadi pada akhir tahun ini, tepatnya 4-5 Desember 2025. 

Tayang:
Instagram @lapan_ri
FENOMENA LANGIT - Tangkap layar akun Instagram @lapan_ri pada Kamis (4/12/2025), memperlihatkan fenomena Cold Moon. Mengenal apa itu fenomena Cold Moon, bulan purnama yang terjadi pada akhir tahun ini, tepatnya 4-5 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Cold Moon merupakan purnama terakhir yang biasanya terjadi di Bulan Desember.
  • Tahun ini, Cold Moon diprediksi dapat dilihat pada 4-5 Desember 2025. 
  • Pada waktu Cold Moon ini, Bulan akan tampak sedikit lebih besar dan terang daripada purnama biasa.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mengenal apa itu fenomena Cold Moon yang terjadi pada akhir tahun ini, tepatnya 4-5 Desember 2025. 

Cold Moon merupakan purnama terakhir yang biasanya terjadi di bulan Desember. 

Adapun nama Cold Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika yang menggambarkan bulan purnama di musim dingin dengan udara yang sangat dingin atau dikatakan "cahaya terangan dingin yang dipancarkan bulan ke langit".

Dikutip dari Instagram resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), @lapan_ri, Cold Moon terjadi pada saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar, menghasilkan fase purnama. Waktu tersebut, bertepatan dengan musim dingin di belahan bumi utara.

Saat Cold Moon, titik balik Matahari musim dingin menyebabkan siang menjadi lebih pendek dan malam memanjang.

Lantas, kapan Cold Moon dapat dinikmati? 

Cold Moon hanya berlangsung selama 1-2 malam.

Menurut kalender astronomi lintas internasional, puncak fase purnama Cold Moon akan terjadi pada 4 Desember 2025 pukul 23:14 UTC. 

Untuk pengamat di Indonesia, puncak fase purnama Cold Moon secara astronomis terjadi pada 5 Desember 2025 sekitar pukul 06.14 WIB atau 07.14 WITA dan 08.14 WIT, sebagaimana dikutip dari situs Universitas Negeri Surabaya, pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id.

Namun, dalam praktik pengamatan, waktu terbaik justru pada malam sebelumnya, Kamis 4 Desember 2025 saat Bulan mulai terbit di ufuk timur, yakni sekitar pukul 18.00 hingga 18.30 waktu setempat tergantung lokasi.

Pada momen itu, posisi Bulan tampak paling dramatis karena berada rendah di cakrawala, terlihat lebih besar akibat efek ilusi optik, serta berwarna kekuningan hingga jingga sebelum naik lebih tinggi di langit.

Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem BMKG Seluruh Indonesia, 4 Desember 2025: Bali, DKI Jakarta Hujan Sedang-Lebat

Meski begitu, pengamatan juga masih sangat baik dilakukan hingga tengah malam, terutama ketika cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Dijelaskan, Cold Moon tahun ini juga menyandang status Supermoon, artinya posisi Bulan berada lebih dekat ke Bumi (perige). 

Pada saat ini, Bulan akan tampak sedikit lebih besar dan terang daripada purnama biasa. 

Dampaknya bagi Bumi

Adanya Cold Moon ini, juga dapat berdampak bagi bumi. Seperti langit malam yang terang, karena cahaya bulan menerangi malam dengan indah.

Kemudian, adanya efek pasang surut, gravitasi bulan memengaruhi pasang surut laut. 

Di Jakarta, fenomena Supermoon dan pasang maksimum air laut memicu rob di wilayah pesisir.

Hingga Kamis (4/12/2025) pukul 13.00 WIB, BPBD DKI Jakarta mencatat, 16 RT dan 3 ruas jalan tergenang, mayoritas berlokasi di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, menjelaskan rob dipicu kombinasi fase Bulan Purnama, Perigee (Supermoon), serta peringatan dini banjir pesisir dari BMKG yang berlaku sejak 1–10 Desember 2025.

“Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang berupa banjir pesisir atau rob,” kata Yohan, dilansir Tribun Jakarta.

Akibat peristiwa tersebut, Pintu Air Pasar Ikan sempat berada pada status Bahaya/Siaga 1 pada pukul 07.00 WIB dan sejumlah kawasan mulai tergenang.

Cara Mengamati Cold Moon

Anda perlu memastikan langit merah tanpa awan tebal atau sedang tidak mendung atau hujan.

Kemudian, Anda bisa menggunakan kamera dengan perbesaran (zoom) yang cukup sebagai alat bantu untuk memperoleh detail bulan. Fitur high dynamic range (HDR) akan sangat membantu. 

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

 

 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved