Prakiraan Cuaca

Mengenai Musim Kemarau, BMKG: Awal Musim Kemarau 2019 Mulai di Bulan April

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus hingga September

Mengenai Musim Kemarau, BMKG: Awal Musim Kemarau 2019 Mulai di Bulan April
dok
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, dari pantauan BMKG, El-Nino telah berlangsung di Samudera Pasifik, namun masih bersifat lemah. Hal tersebut secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2019. 

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, dari pantauan BMKG, El-Nino telah berlangsung di Samudera Pasifik, namun masih bersifat lemah.

TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga akhir Februari 2019 menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dihadapan wartawan pada saat jumpa pers Prakiraan Musim Kemarau 2019 di Media Center BMKG, Rabu (6/3/2019).

Herizal mengatakan, dari pantauan BMKG, El-Nino telah berlangsung di Samudera Pasifik, namun masih bersifat lemah.

"El-Nino kategori Lemah, berlangsung di Samudera Pasifik Ekuator, Samudera Hindia dalam kondisi Netral," ujar Herizal, dikutip dari laman resmi BMKG.

Baca: Peringatan Dini BMKG: Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini hingga Lusa 6-8 Maret 2019

Baca: Peringatan Dini BMKG: Potensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah, Berlaku hingga Sabtu 9 Maret

"El-Nino kategori lemah ini ditandai oleh kondisi lebih panasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik ekuator bagian tengah diikuti oleh melemahnya Sirkulasi Walker (Angin Pasat Samudera Pasifik Tropis) dari kondisi normalnya," ungkap Herizal.

"Kondisi El-Nino lemah diprediksi bertahan hingga Juni - Juli 2019 dan berpeluang melemah hanya 50% setelah pertengahan tahun," lanjutnya.

Ilustrasi musim kemarau.
Ilustrasi musim kemarau. (TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan)

Herizal menambahkan, bahwa tidak terdapat indikasi kejadian anomali iklim Samudera Hindia, IOD (Indian Ocean Dipole) dan diprediksi tetap dalam status netral hingga pertengahan tahun 2019.

Aktifnya El-Nino Lemah diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap Sirkulasi Monsun.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Hari Ini Rabu 6 Maret 2019, Hujan Petir & Angin Kencang di Jakut

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Besok, Kamis 7 Maret 2019: Aceh Cerah, Mataram Waspada Hujan Petir

Kajian historis pengaruh El-Nino Lemah terhadap curah hujan menunjukkan dampak yang tidak nyata terhadap sebaran curah hujan di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved