Penembakan di Selandia Baru

Teror di Christchurch, Presiden Turki Minta Selandia Baru Jatuhi Hukuman Mati pada Brenton Tarrant

Terkait teror di Chrishtchurch, Presiden Turki meminta Selandia Baru untuk menjatuhi hukuman mati Brenton Tarrant yang menjadi pelaku penembakan.

Teror di Christchurch, Presiden Turki Minta Selandia Baru Jatuhi Hukuman Mati pada Brenton Tarrant
Arif Akdogan/Bloomberg
Terkait teror di Chrishtchurch, Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta Selandia Baru untuk menjatuhi hukuman mati Brenton Tarrant yang menjadi pelaku penembakan. 

Terkait teror di Chrishtchurch, Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta Selandia Baru untuk menjatuhi hukuman mati Brenton Tarrant yang menjadi pelaku penembakan.

TRIBUNNEWS.COM - Brenton Tarrant menjadi pelaku utama dalam penembakan jamaah Masjid Al Noor di Christurch pada Jumat (15/3/2019).

Selain masjid tersebut, sebuah masjid di Linwood juga menjadi sasaran penembakan saat jamaah akan melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Akibatnya, sebanyak 50 orang tewas dalam aksi keji tersebut.

Brenton Tarrant berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setempat dan langsung menjalani sidang di Gedung Pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3/2019).

Peristiwa berdarah tersebut mendapat kecaman dari berbagai negara termasuk Turki.

Baca: Serangan masjid di Selandia Baru, Jacinda Ardern: Pelaku belajar ideologinya di tempat lain

Baca: Menlu Selandia Baru Akan Temui Erdogan Menyusul Komentar Tentang Serangan Masjid Christchurch

Baca: Demi Lancarnya Ibadah Salat Jumat, Geng Mongrel Mob Bakal Berjaga di Masjid-masjid Selandia Baru

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan meminta pemerintah Selandia Baru untuk memberikan hukuman mati kepada Brenton Tarrant.

Hal tersebut ia sampaikan saat berkampanye pada Selasa (19/3/2019) waktu setempat.

Dikutip Tribunnews.com dari Newshub, Erdogan mengancam akan menghukum tindakan keji Brentont Tarrant jika Selandia Baru enggan melakukannya.

"Anda membunuh 50 saudara kandung kita dengan kejam. Anda akan membayar untuk ini. Jika Selandia Baru tidak melakukannya, kami tahu bagaimana membuat Anda membayar satu atau lain cara," ucap Erdogan.

Halaman
123
Penulis: Miftah Salis
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved