Minggu, 31 Mei 2026

Survei Litbang Kompas Elektabilitas PSI 0,9%, Jubir PSI Buka Suara hingga Respons Andi Arief

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas PSI sebesar 0,9%. Jubir PSI buka suara. Sementara Andi Arief sebut hasil itu jadi hukuman yang pantas.

Tayang:
Penulis: Miftah Salis
Editor: Sri Juliati
Kolase Tribunnews/Kompas.co/Warta Kota
Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas PSI sebesar 0,9%. Jubir PSI buka suara. Sementara Andi Arief sebut hasil itu jadi hukuman yang pantas. 

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas PSI sebesar 0,9%. Jubir PSI pun buka suara. Sementara Andi Arief sebut hasil itu jadi hukuman yang pantas.

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara (jubir) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta mantan politisi Partai Demokrat Andi Arief memberikan komentar terkait hasil survei Litbang Kompas.

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas PSI berada di angka 0,9 persen.

Berdasarkan survei tersebut, PSI diprediksi tidak dapat melaju ke parlemen.

Jubir PSI, Rian Ernest mengatakan, survei Litbang Kompas menjadi pecutan bagi pihaknya untuk bekerja keras.

Menurutnya, PSI yang merupakan partai muda selayaknya mendapatkan ujian.

Baca: Elektabilitas Paslon Terpaut Tipis Berdasar Survei Litbang Kompas, Maruf Amin & BPN Beri Tanggapan

Baca: Anggota Litbang Prabowo-Sandi: Hasil Survei Kompas Sama dengan Survei Kami 4 Bulan Lalu

"Sebagai partai baru, hasil survei kami pada akhirnya akan terbiaskan oleh margin of error."

"Dari PSI yang berisi semangat muda, ya harus dikasih ujian terus dong."

"Mana seru berpolitik kalau mudah-mudah saja," ujar Rian ketika dihubungi, Kamis (21/3/2019) dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Rian membeberkan, PSI pernah mencapai elektabilitasi 3-4 persen berdasarkan beberapa lembaga survei.

Menurutnya, hasil survei tersebut menjadi sebuah evaluasi bagi PSI.

"Seluruh kajian lembaga survei kami anggap sebagai pecutan agar PSI lebih giat dan gencar lagi turun ke warga, komunitas dan para influencer," kata Rian.

Sementara itu, mantan politisi Partai Demokrat Andi Arief menyebut hasil tersebut merupakan hukuman yang pantas bagi PSI.

Andi Arief menyebut jika PSI merupakan partai penebar kebencuan dan ketegangan beragama.

Hal tersebut ia sampaikan melalui cuitan akun Twitternya @AndiArief_ pada Kamis (21/3/2019).

Ia juga menyebut jika kemunculan PSI membuat politik di Indonesia penuh dengan kebencian dan saling curiga.

Mantan Wasekjen DPP Partai Demokrat tersebut bahkan menyebut PSI berlindung kepada Jokowi.

"Menurut Survey Kompas, PSI partai nol koma alias stabilo. Hukuman yang pantas bagi partai penebar kebencian dan ketegangan beragama."

"Sejak munculnya PSI yang dibiayai syamsul Nursalim BLBI, politik Indonesia penuh kebencian dan saling curiga. Mereka berlindung di ketiak Jokowi."

Baca: 4 Fakta SD Kudu 02 dan Larangan 01, Viral di Twitter serta WhtasApp Hingga Tuai Tanggapan Andi Arief

Baca: Pengamat: Survei Litbang Kompas Masih Kukuhkan Jokowi-Amin Ungguli Prabowo-Sandi

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 22 Februari 2019-5 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak.

Survei tersebut dilakukan melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.

Pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, elektabilitas PSI berada di angka 0,4 persen.

Artinya terdapat peningkatan elektabilitas PSI yakni sebesar 0,5 persen.

(Tribunnews.com/Miftah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved