Film Bioskop

5 Fakta Film Mantan Manten yang Mulai Tayang Hari ini, Debut Pertama Tio Pakusadewa Pasca Direhab

Berikut ini 5 fakta tentang film Mantan Manten yang tayang mulai hari ini, Kamis(4/4/2019). Jadi debut pertama Tio Pakusadewa paska direhabilitasi.

5 Fakta Film Mantan Manten yang Mulai Tayang Hari ini, Debut Pertama Tio Pakusadewa Pasca Direhab
Kolase Instagram / @mantanmanten
Berikut ini 5 fakta tentang film Mantan Manten yang tayang mulai hari ini, Kamis(4/4/2019). Jadi debut pertama Tio Pakusadewa paska direhabilitasi. 

Berikut ini 5 fakta tentang film Mantan Manten yang tayang mulai hari ini, Kamis(4/4/2019). Jadi debut pertama Tio Pakusadewa paska direhabilitasi.

TRIBUNNEWS.COM- Rumah produksi Visinema Picture kembali mengeluarkan film terbarunya yang berjudul Mantan Manten.

Film bergenre drama ini mendapuk Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra sebagai tokoh utamanya.

Mantan Manten menampilkan sudut pandang seorang wanita modern yang memiliki watak kemauan keras dalam hidupnya.

Dikemas dengan balutan budaya jawa yang kental membuat film ini sarat akan nilai positif.

Film garapan sutradara Farishad Latjuba ini mulai tayang serentak di Indonesia hari ini, Kamis (4/4/2019).

Baca: Terungkap Keberadaan Atiqah Hasiholan saat Ratna Sarumpaet Usai Operasi Plastik

Berikut ini kumpulan fakta tentang film Mantan Manten yang telah dirangkum Tribunnews.com dari Grid.id.

1. Sinopsis Film

Sebagai manajer investasi terkenal, Yasnina (Atiqah Hasiholan) punya segalanya.

Kehidupan glamor, kekayaan dan Surya (Arifin Putra), tunangan yang sangat mencintainya.

Namun ketenangan hidup Yasnina harus berakhir ketika ia dikhianati oleh Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus di perusahaannya.

Dalam sekejap harta Yasnina habis tak bersisa.

Tak hanya itu, rencana pernikahannya dengan Surya juga di ujung tanduk.

Ardy (Marthino Lio), asisten Yasnina mengingatkan bahwa ia masih memiliki sebuah villa di Tawangmangu yang tidak disita karena belum pindah nama.

Villa itu kini menjadi harapan satu-satunya Yasnina untuk bangkit lagi.

Namun untuk mengambil kembali villa tersebut, Yasnina harus menjadi asisten seorang dukun manten bernama Marjanti (Tutie Kirana).

Bisakah Yasnina memenuhi syarat dari Marjanti dan bangkit dari keterpurukannya?

Film ini bercerita tentang sebuah kisah cinta sederhana tentang pengkhianatan dan keikhlasan.

Baca: Arifin Putra Perankan Karakter yang Bertolak Belakang dengan Sifat Aslinya di Film Mantan Manten

2. Film Pertama Tio Pakusadewa Pasca Rehabilitasi

Tio Pakusadewa
Tio Pakusadewa (GRID.ID)

Pasca bebas dari penjara tahun 2018 silam, aktor senior Tio Pakusadewa kembali bermain film yang di produseri oleh Angga Dwimas Sasongko itu.

"Saya harus berterima kasih kepada Visinema sama Angga."

"Ini film pertama setelah saya melalang buana kemarin," ujar Tio Pakusadewo saat press conference di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Tio Pakusadewo pun bersyukur dapat dipercaya oleh salah satu rumah produksi untuk kembali bermain film.

"Saat saya masih di rehab, Angga udah menawarkan main di film ini."

"Dan saya senang isinya orang-orang luar biasa dan inilah rezeki saya," ucap Tio

Selama masa rehabilitasi, pria berusia 55 tahun itu mengaku banyak sekali mendapatkan pelajaran dan merenungkan agar bisa memberikan akting yang terbaik.

"Saya setahun kemarin banyak introspeksi diri dan merenung."

"Dan di film ini, saya bawa introspeksiitu dengan baik. Semoga tidak mengecewakan," pungkas Tio.

Baca: Kondisi Terbaru Ani Yudhoyono, Tubuh Dipenuhi Selang, Ungkap Penyesalan yang Dibalas Anak Sulungnya

3. Pelajaran Berharga dari Dukun Paes Jawa

Atiqah Hasiholan
Atiqah Hasiholan (GRID.ID)

Selama belajar sebagai pemaes, Atiqah Hasiholan banyak mendapatkan pelajaran tentang budaya.

"Hal yang bisa dipetik ini adalah kalau aku, saat aku ngobrol sama temen-temen aku yang orang Jawa, aku cerita tentang film ini," ungkap Atiqah Hasiholan.

"Tentang apa yang aku pelajarin, mereka tuh sampai kaget 'Hah? Sampai segininya, emang iya dukun paes itu ada doa-doanya gitu?',"sambung Atiqah.

Setelah memerankan asisten pemaes, Atiqah pun mengingatkan khususnya kepada generasi milenial agar tak lupa akan budaya Indonesia di zaman modern ini.

"Film ini memberikan spirit mengenal budaya."

"Kalau menurut aku, sekarang di zaman yang modern di dunia digital ini kita lambat laun melupakan budaya kita,"

"Terutama untuk para millenials kalau ada masalah-masalah, itu saatnya untuk mendekatkan diri sama budaya untuk menyelesaikannya," ungkap Atiqah."

Atiqah juga menambahkan jika dalam film tersebut menceritakan soal bangkitnya seorang wanita yang sedang terpuruk.

"Cerita film ini lebih ke general, lebih ke women empowerment, perempuan masa sekarang, karir juga, percintaan juga, masalahnya lebih komplkes,"

"dalam berbagai hal, dalam kehidupannya, ada masanya dia tersandung dan terjatuh, jadi bagaimana caranya dia untuk bangkit dan bangun," jelas Atiqah.

Baca: Main Film Korea Terlaris Sepanjang Sejarah, Aktor Gong Myung Bongkar Rahasia Soal Cinta

Baca: 4 Hari Tayang di Bioskop Film My Stupid Boss 2 Raih 776 Ribu Penonton, Reza Rahadian Bersyukur

4. Arifin Putra Jadi Pria Pasrah

Arifin Putra
Arifin Putra (GRID.ID)

Kali ini Arifin Putra dipasangkan dengan Atiqah Hasiholan.

Arifin mengaku jika kali ini ia memerankan karakter yang berbeda dari yang biasa dimainkan.

Berperan sebagai Surya, yakni pria yang memiliki sifat 'nrimo', pasrah atau tak berdaya.

"Bisanya aku marah-marah tapi ini yang nerimo. Ini tantangan buat aku," buka Arifin.

"Dia nurut sama orangtua. Dari luar keliatan dia pewaris dari kekayaan Arif Iskandar dari luar juga keliatan dia punya segala-galanya," lanjut Arifin.

"Tapi ternyata dia orangnya punya konflik internal sendiri, hidupnya selalu di setir," jelas Arifin.

Meski dapat dikatakan memiliki segalanya, namun Surya tidak mampu mengatasinya sendiri lantaran ia dikendalikan oleh sang ayah.

Ia pun mengakui karakternya di film ini jauh berbeda dengan sifat aslinya yang perfeksionis.

5. Cerita Mantan Manten Sudah Dibuat Sejak 2014

Melansir dari tayangan Good Afternoon Net, sang sutradara Farishad Latjuba mengatakan jika rencana pembuatan film ini sudah ada sejak 2014 silam.

Persiapan pembuatan film ini memakan waktu satu tahun, salah satunya untuk melakukan riset.

"Cerita ini sudah dari sebelumnya, sudah dari tahun 2014. Tapi baru bertemu jodohnya untuk di produksi ti akhir tahun 2017," papar pria yang akrab disapa Echa itu.

Banyaknya unsur budaya jawa yang ada dalam film membuat riset yang diperlukan memakan waktu yang cukup lama.

(Tribunnews.com/Bunga)

Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved