Istri Pance Pondaag Mengaku Kecolongan
Jaty Lizal (51) mengaku kecolongan setelah mengetahui suaminya penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag telah meninggal dunia, Kamis, (3/6/2010) sore.
Tayang:
Editor:
Widiyabuana Slay
Laporan Wartawan Tribunnew.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaty Lizal (51) mengaku kecolongan setelah mengetahui suaminya penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag telah meninggal dunia, Kamis, (3/6/2010) sore.
"Sebenernya sangat berduka, karena saya merasa kecolongan. Setiap saat saya berdua, nggak tahunya dia nggak meninggal di pangkuan saya. Saya di dalam rumah malah. Cuma berbeda tempat. Padahal saya baru tengok dia. Begitu saya kembali dia sudah meninggal," sesalnya, Sabtu, (5/6/2010), di rumah duka RS Atmajaya, Jalan Pluit Raya No.2, Jakarta Utara.
Jaty memang sangat kehilangan atas meninggalnya suaminya itu. Pasalnya, selama 9 tahun, sejak Pance terserang stroke, mereka selalu bersama. Dengan setia, ibu beranak tiga itu merawat dan menemani Pance. Bahkan, seluruh waktunya, dihabiskan bersama suami tercintanya itu. Namun, ia sama sekali tidak punya firasat apa-apa ketika suaminya menghembuskan nafas terakhir.
"Sama sekali nggak ada firasat. Makanya, saya merasa kecolongan. Dia nggak pernah bicara macam-macam soal penyakitnya. Dia paling optimis untuk sembuh dan dia sangat rajin minum obat," ujarnya.
Selama 25 tahun menjalin rumah tangga, ia mengenal sosok Pance yang pendiam. Tetapi kepadanya, Pance banyak bercerita tentang apa saja. Bahkan, Pance tidak segan-segan menceritakan para mantan pacarnya.
"Pance orang juga pantang putus asa, pekerja keras, dan kalau ia punya keinginan harus tercapai. Makanya, dia bisa sukses ya waktu itu," ucapnya.
Selain itu, Jaty mengatakan bahwa Pance paling hobi makan. Sebagai istri ia pun memasak setiap makanan yang paling disukai suaminyaa. Terutama masakan khas Manado. Itulah sejumput kenangan yang sempat diceritakannya di sela kesibukannya meladeni tamu yang datang dan pergi ke rumah duka.
Kendati sangat kehilangan, Jaty mengaku ikhlas melepas kepergian suaminya. Hari ini, Minggu, (6/6/2010), sekitar pukul 13.00 WIB jenazah akan dikremasi di Krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara. Pance meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak Paul Pondaag (24), Prisillia Pondaag atau Putri (22), dan Patricia Pondaag atau Tasya (16).