Putri Bungsu Pance Nyanyikan Lagu Ayah
Patricia Pondaag, akrab disapa Tasya (16), putri bungsu almarhum penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag melantunkan sebuah lagu berjudul Ayah karya Rinto Harahap.
Tayang:
Editor:
Widiyabuana Slay
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Patricia Pondaag, akrab disapa Tasya (16), putri bungsu almarhum penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag melantunkan sebuah lagu berjudul Ayah karya Rinto Harahap.
Ia melantunkan lagu tersebut dengan berlinang air mata untuk melepas kepergian sang ayah tercinta. Suasana duka pun kembali menyelimuti krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara.
Sementara, para tamu yang ikut mengantarkan jenazah, secara bergiliran menaburkan bunga ke atas permukaan peti jenazah Pance. Beberapa di antara mereka juga ikut menangis.
Prisillia Pondaag (22), putri kedua Pance, juga tidak bisa menahan kesediahannya. Di samping peti jenazah itu terus menangis. Namun, Paul Pondaag (24), kakak tertuanya, berusaha menenangkannya sambil menepukkan pundaknya.
Sang istri, Jaty Lizal (51) yang sudah menjalin rumah tangga bersama Pance selama 25 tahun juga ikut menangis. Karena tak sanggup berdiri, ia duduk di samping peti jenazah. Kemudian, ketiga anaknya duduk disampingnya. Sesekali ia menghapus air matanya dengan tisu. Pandangannya tak lepas dari peti jenazah suaminya itu.
Pance meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah terserang stroke pada Kamis, 3 Juni lalu, di rumahnya, Pluit Barat 1, Jakarta Utara. Hari ini, Minggu, (6/6/2010), sekitar pukul 13.00 WIB jenazah akan dikremasi di Krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara. Pance meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak Paul Pondaag (24), Prisillia Pondaag atau Putri (22), dan Patricia Pondaag atau Tasya (16).