Meninggalnya Pencipta Lagu Anak AT Mahmud
AT Mahmud Berubah Manja Sebelum Berpulang
Sang legenda AT Mahmud telah menyiratkan kepergiannya kepada keluarga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meninggalnya Musisi dan pencipta lagu senior, Abdullah Totong Mahmud atau lebih akrab disebut AT Mahmud sekitar pukul 13.10 Wib siang tadi, meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anaknya. Rupanya sang legenda telah menyiratkan kepergiannya kepada keluarga.
Rika Fitrina Mahmud, anak kedua musisi tersebut menceritakan, sebelum meninggal, sang ayah sempat bertingkah sangat manja.
"Sebelum meninggal Papa tuh sangat manja. Mandi minta dimandiin, makan minta disuapin. Pokoknya manja banget," ujar Rika pada wartawan di rumah duka, Jalan Tebet Barat IIA, Jakarta Selatan. Selasa (6/7/2010).
Rika sebelumnya menceritakan, ayahnya memang sedang tidur siang sewaktu ia mau mengingatkan untuk makan. Ketika Rika membangunkan, ayahnya mendadak kesakitan dan akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit. AT Mahmud akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit siang tadi.
Selama hidupnya, AT Mahmud banyak menciptakan lagu anak-anak dengan karya-karyanya yang melegenda. Terdapat lebih dari lima ratus karyanya telah terbukti memberi warna dunia musik tanah air. Tiga ratus diantaranya yang merupakan lagu anak-anak telah melambungkan namanya menjadi musisi nasional yang melegenda.
Beberapa lagu ciptaannya bahkan terbukti mampu menembus lintas batas generasi. Itu membuktikan bahwa AT Mahmud merupakan maestro sejati tanah air. Beberapa lagu itu sebut saja lagu Pelangi, Cicak-cicak di dinding, Kunang-Kunang, Naik Kelas, Awan Putih, Anak Indonesia, Anak Gembala dan yang paling fenomenal, lagu Ambilkan Bulan.