Pemilihan Putri Indonesia 2010
Ayu Rinda Sari Ajak Warga Tarakan Bersatu
SENYUM manisnya merekah di bibir mungil. Ia ramah dan mudah senyum kepada peserta kegiatan bahaya merokok dalam peringatan hari antitembakau.
SENYUM manisnya merekah di bibir mungil. Ia ramah dan mudah senyum kepada peserta kegiatan bahaya merokok dalam peringatan hari antitembakau.
Perempuan usai 24 tahun ini terlihat tidak canggung dalam berinteraksi dan bercakap-cakap dengan siapa saja yang di temuinya, bahkan terkadang malah sebaliknya.
Dia adalah Ayu Rinda Sari, dokter muda asal Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan salah satu dari 38 finalis dari 33 provinsi di seluruh Indonesia dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2010 (PPI 2010).
"Pagi mas, apa kabarnya," sapa Ayu, yang saat itu mengenakan kombinasi batik berwarna cokelat dengan tatanan rambut yang di ikat panjang ke belakang.
Alumnus Universitas Diponegoro, Semarang ini mengaku termotivasi ingin mempromosikan Kepariwisataan di Kalimatan Timur yang sangat indah. Cita-cita itulah salah satu sumbangsih nyata yang dilakukan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah 65 tahun ini.
Sama seperti provinsi lainnya di Indonesia, wilayah Kaltim Timur pun memiliki sumber daya alam untuk ekspor ke pelbagai negara, seperti ke Asia, Eropa maupun Amerika.
Selain terkenal dengan kekayaan sumber daya alam tersebut, Kalimantan Timur juga sangat terkenal keanekaragaman adat istiadatnya. Suku, agama hingga berbagai kebudayaannya pun sangat hetrogen, yang semuanya itu merupakan kekayaan yang laku dijual untuk wisatawan.
"Di sana ada pelbagai suku, agama hingga adat istiadat yang sangat cocok untuk dikenalkan dan publikasikan hingga ke mancanegara," kata Ayu dengan nada meyakinkan.
Mengomentari adanya kasus perkelahian yang berbuntut pada bentrok antarsuku di Tarakan, pekan lalu, Ayu berkomentar dengan lugas. "Kita semua merupakan saudara, terlepas hal berbeda suku, agama maupun kebudayaan," ujar anggota Pengibar Bendera Kebangsaan Nasional tahun 2002 ini..
Oleh karena, imbuhnya memberi saran, seharusnya bisa saling memahami dan mencoba menahan diri jika adanya insiden yang mengarah pada permasalahan SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).
Dan, jangan sampai kerukunan dan keakraban yang ada dirusak oleh orang yang tak bertanggung jawab dengan memiliki berbagai kepentingan dan tujuan tertentu.
"Kita semua Ber-Bhineka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi satu juga. Dan hindarkan perpecahan terlebih lagi jika di provokasi oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Sebenarnya kan ke Bhineka an itu sangat indah dan damai mengingat Indonesia kan didiami oleh banyak suku, agama dan kebudayaan," tandasnya.
Ayu saat ini memasuki masa-masa karantina Pemilihan Putri Indonesia. Semua akses komunikasi ke luar, ditutup panitia. Meski demikian Ayu tidak mempersoalkan hal itu karena semua kebutuhan peserta sudah diatur panitia.
Jadwal dan kegiatan pun sudah ditata, jadi peserta tingga menyesuaikan diri.
"Sebenarnya aku kangen sama bunda ku mas, maklum kan baru kali in hidup sendiri, ya tapi kan semuannya sebagai salah satu cara dalam mendidik kita agar lebih mandiai dan berdisplin menanggapi hidup ini. Bunda, I miss u," katanya sambil terseyum malu-malu.