Sabtu, 24 Januari 2026

DI-Da Band Rilis Takkan Berakhir

Sebuah konsep musik pop Indonesia terbaru diusung Duo band yang mengambil nama Di-Da Band

Penulis: ricas74
Laproan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah konsep musik pop Indonesia terbaru diusung Duo band yang mengambil nama Di-Da Band. Band yang mengusung album terbarunya dengan judul "Duography" dijamin akan menjadi pilihan musik diantara musik-musik pop indonesiaa yang ada.

Di-DA band yang dimotori oleh Rendy Pandugo (vokal, gitar) dan Iddo Prdananto (bass, vokal.) yang menjadi sosok sentral proyek dua sahabat yang melebur dengan nama Di-Da. Nama Di-Da ini mereka pilih bermakna senandung untuk menghadirkan kesenangan bagi penikmat musik.

"Kata Di-da itu adalah sebuah senandung ..."di..da...da..di..di..da.. atau na.na..na.na kan? Senandung ini biasanya bisa bikin hati kita senang. Nah, nama itu pun makna yang nggak jauh berbeda dengan itu. Maksudnya adalah Di-Da itu senandung untuk berbagi kesenangan. Makanya proyek ini kita kasih nama Di-Da," jelas Rendy saat di jumpai Tribunnews di Hardrock Cafe, Thamrin, Sudirman, Rabu(18/5/2011) malam.

Dengan menjagokan lagu yang berjudul "Tak Kan Berakhir", DI-DA Band mulai merilis albumnya dengan menggandeng Universal Music Indonesia.

Keberadaan mereka sebagai lelaki pun terdengar kental dalam lagunya yang lebih memilih lirik bersudut pandang lelaki. Sikap cuek dan tegas tercermin juga dalam lagu yang satu ini.

"Lagu ini lebih banyak mengangkat sifat cowok yang santai dan cuek dalam menanggapi masalah cinta. Meski ditinggal cewek atau patah hati,tapi itu bukan akhir segalanya. Intinya sih jadi cowok nggak usah cengeng lah. Masih banyak hal menarik yang bisa dilakukan," terang Iddo.

Lagu Tak Kan Berakhir ini menghadirkan struktur musik pop yang cukup dominan. Aransemennya easy listening dan catchy. Bisa membuat penikmatnya bernyanyi bersama. Jika dicermati, karya mereka ini terdengar segar dengan paduan pop, rock, country hingga blues.

Sedikit sejarah perjalanan musik Di-Da, Mereka sempat bikin proyek band bersama di Surabaya. Namun juga sempat terpisah karena hadirnya beberapa proyek idealis. Dan ketika pertemuan ini kembali "berjodoh", mereka pun sepakat untuk meruncingkan visi dan misinya dalam bermusik.

"Setelah beberapa tahun ngak ketemu kami kangen kumpul dan ketemu yang pada akhrinya kita bikin proyek musik, akhirnya kita sepakat buat proyek ini dengan konsep duo namun musiknya lengkap seperti full band" kata Rendy.

Kemunculan musik ini ternyata sudah sangat dinanti-nanti oleh Iddo yang merasa greget dan tak sabar unutk mebmerikan sebuah kenikmatan dan kesenangan tersendiri dibelantika musik Indonesia.

"Semoga aja, dengan hadirnya single ini dan juga Di-Da, bisa memberikan hiburan terhadap musik-musik yang menyegarkan," tutup Iddo.

Album Dida yang diberi judul "Duography" menunjukkan di album ini adalah gabungan dua diary dari mereka yang bisa disebut biografi. Lirik-lirik di dalam 11 track lagu mereka menggambarkan `curhatan' dari mereka berdua.

Selain "Takkan Berakhir" ada juga single yang seru di album "Duography" ini seperti "Tak Ingin", "Tenanglah Kawan", "Cinta Gantung", dan "Apa Maumu?".
Sebutan fans Di-Da adalah Di-Dadaku, sebutan itu menunjukkan kalau lagu-lagu
Di-Da akan selalu melekat di dada semua fans nya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved