Perjuangan Melawan Kanker Ada di Film Surat Kecil untuk Tuhan
Surat Kecil untuk Tuhan judul film ini. Menceritakan perjuangan seorang pelajar SMP bernama Keke melawan kanker ganas.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Surat Kecil untuk Tuhan judul film ini. Menceritakan perjuangan seorang pelajar SMP bernama Gita Sesa Wianda (13) alias Keke melawan kanker ganas (Rhabdomyosarcoma) yang menggerogotinya.
Film yang hasil karya Skylar Picture sudah mulai ditayangkan di seluruh bisokop seluruh Indonesia. Dengan memilih genre "drama base on True story" film ini diangkat dari kisah sebenarnya yang sebelumnya di tuliskan kedalam bentuk Novel. Bahkan novel tersebut telah laris manis di Indonesia dan Taiwan.
Film yangmenganbil pengambilan syutingnya 3 desember 2010 lalu tersebut sebelumnya sudah bisa dinikmati secara online melalui blog penulisnya Agnes Danovar yang telah dibaca lebih dari 350 ribu orang.
Film yang dibintangi pemain legendaris seperti Alex Komang, Ranti Purnamasari serta beberapa tokoh pembantu dan utama yang diambil dari seleksi 400 siswa SMP se-DKI Jakarta, dimana telah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak antara lain Yayasan Onkologi anak Indonesia (YOAI),Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia dan Gramedia.
Menurut sang sutradaranya Harris Nizam pesan moral didalam film tersebut ditujukan terutama untuk para pelajar diusia yang sedang berkembang agar mereka tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Terus berjuang ,melakukan yang terbaik dalam hidup.
Kisah perjuangan ini tergambar dalam cerita nyata seorang gadis belia bernama Gita Sesa Wianda (13) alias Keke. Meski menyandang penyakit kanker tak membuat Keke patah arang dalam meanjutkan perjalanan hidupnya sebagai seorang siswi SMP. Prestasi Keke bahkan melejit.
Dibantu orangtua dan sahabat yang mengerti akan kondisinya,Keke menjalani hari-harinya dengan kemoterapi dan radiasi yang membuat rambutnya rontok,kulit kuning,hingga mual-mual.
Meski sudah dinyatakan sembuh dan hanya menjalani pengobatan rutin, ternyata nasib berkata lain dimana kanker ganas yang sedianya dokter nyatakan sudah tidak ada namun malah berkembang kembali di bagian wajah sebelah kanan hingga mata.
Keke sadar bahwa harapan hidupnya sangat tipis untuk kembali dinyatakan sembuh. Meski orang disekitarnya telah pasrah dan selalu menangis melihat kondisi Keke namun gadis belia tersebut tidak pernah menyerah dan patah semangat hingga akhirnya Tuhan berkata lain.
Meski dalam keadaan demikian, Keke termasuk remaja yang paling beruntung dimana dirinya di kelilingi oleh enam sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu Andy (Esa Sigit).
Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual.
Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan.
"Pa,..jangan sedih, Keke Sudah siap mati," jelas Sutradara Harris Nazim sambil menangis menceritakan film yang digarapnya ini.