Pemilihan Puteri Indonesia 2011
Dukungan Teman Membawa Dinda ke Pemilihan Puteri Indonesia
DUKUNGAN luar biasa yang diterima Adinda Putri Mirsyah Arini yang akrab dipanggil Dinda akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu finalis dalam
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
DUKUNGAN luar biasa yang diterima Adinda Putri Mirsyah Arini yang akrab dipanggil Dinda akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu finalis dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia di Jakarta.
"Dukungan teman luar biasa. Mereka sangat antusias untuk meminta Dinda ikut ajang Puteri Indonesia. Ya akhirnya aku coba mengikuti ajang ini dan siapa sih yang tidak ingin menjadi puteri Indonesia," ungkap dara kelahiran Bandung 20 Agustus 1991, saat ditemui Tribun di Jakarta, Kamis (29/9/2011).
Meski begitu, ia menolak jika mengikuti ajang ini lebih karena dorongan teman-teman.
"Sebenarnya keinginan untuk maju itu sedikit dari dalam diri. Tapi besarnya dukungan teman-teman juga keluarga akhirnya mendorong maju serta membulatkan tekad," akunya.
Untuk persiapan ini, mahasiswi Management Keuangan Universitas Lampung ini menambah pengetahuan dengan membaca koran dabn mempelajari budaya dari provinsi Lampung.
"Koran menjadi salah satu andalan untuk mendapatkan pengetahuan baru di samping media lainnya. Pembekalan pengetahuan juga diperoleh dari orang lain yang sudah berpengalaman dari saya," ungkap Dinda.
Lalu siapa yang motivasi untuk acara ini? "Mama. Mama yang memotivasi. Tanpa dukungan mama tidak akan pernah saya berada di sini," ungkapnya.
Mengenai persaingan dengan teman finalis lainnya? "Ya alhamdudilah teman yang care baik, ramah kita memang mencari tujuan yang sama, namun kita bersaing secara sehat dan saya pribadi memang ajang bersaing tapi tidak untuk dijatuhkan. Jadi semua menyenangkan," ungkapnya.
Dalam malam bakat nanti, Adinda akan menampilkan tari kreasi yang diberi nama tari Kipas yang dikreasikan. "Saya kan sudah bisa nari sejak kelas 2 SMP memang sudah ikut sanggar nari, jadi nggak grogi kalau disuruh nari," pungkasnya.