Sabtu, 11 April 2026

Java Jazz Festival 2012

Syaharani Yakin Musik Jazz Mampu Tembus Industri Musik

Syaharani, penyanyi jazz kelahiran Malang, Jawa Timur, punya keyakinan bahwa industri musik akan berubah seiring waktu berjalan

Penulis: Willem Jonata
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di Indonesia, jazz pernah mendapatkan stigma sebagai musik yang menjadi selera komunitas tertentu, terutama dari kalangan elit. Perkembangannya kemudian menjadi tersendat, apalagi jika dilihat dari kacamata industri.

Namun, sekarang situasinya berubah. siapa sangka musik jazz bisa dikonsumsi setiap lapisan masyarakat. Hal itu dapat dibuktikan ketika Java Jazz 2012, yang digagas oleh Peter F Gontha itu, berlangsung di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tua, muda, laki-laki, perempuan dari kelas sosial berbeda datang menyaksikan salah satu pesta musik jazz terbesar di dunia. Syaharani, penyanyi jazz kelahiran Malang, Jawa Timur, punya keyakinan bahwa industri musik akan berubah seiring waktu berjalan: industri melihat musik jazz sebagai sebuah peluang yang menguntungkan.

"Kalau lagunya memang warnanya begitu, ya oke-oke saja. Partner industri musik akan menyesuaikan dengan sendirinya. Malah kalau kita berubah haluan, cuma mau mengikuti industri, kita bisa stres," serunya, saat ditemui di JJF 2012, PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sekarang, lanjut dia, semuanya jazz. Musik itu sudah menjadi konsumsi masyarakat. "Malah banyak banget yang dibajakan itu, judulnya jazz tapi isinya nggak ada yang jazz. Jadi, sekarang apa yang berbau jazz itu laku banget dijual sebagai brand," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved